Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir Satu Meter Rendam Kebon Pala Jakarta Timur

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 07:55 WIB | Oleh:
Banjir Satu Meter Rendam Kebon Pala Jakarta Timur Doc: ANTARA
Ket. Banjir merendam permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026) pagi.

JAKARTA - Permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pada Jumat pagi dengan ketinggian air mencapai sekitar 100-110 sentimeter (cm) atau satu meter lebih.

"Pagi ini, pukul 06.00 WIB, sekarang air sudah mencapai sekitar satu meter-an, naik terus airnya dini hari tadi," kata Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu Sanusi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (17/4).

Banjir tersebut, kata dia, dipicu oleh curah hujan yang terjadi sejak Kamis (16/4) malam. Ketinggian air terus bertambah hingga pagi hari dan merendam rumah-rumah warga yang berada di wilayah rendah.

Sanusi menyebutkan hujan dengan intensitas cukup tinggi memang kerap turun hampir setiap hari dalam beberapa waktu terakhir, terutama pada sore hingga malam hari.

"Air mulai naik sekitar jam dua pagi, kayaknya karena hujan kemarin. Memang hujan hampir setiap hari, biasanya sore," ujar Sanusi.

Menurut dia, banjir di wilayah Kebon Pala kerap berulang dalam beberapa hari terakhir.

Pola hujan yang terus terjadi membuat genangan air sulit surut secara optimal, sehingga kembali meningkat saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Akan tetapi, meskipun ketinggian air sudah mencapai satu meter, sampai dengan saat ini warga masih bertahan di rumah mereka masing-masing dan belum ada yang mengungsi. Sanusi memastikan situasi masih dalam kondisi aman dan terkendali.

"Belum ada yang mengungsi, masih bertahan di lantai dua, masih aman," ucap Sanusi

Banjir yang merendam kawasan langganan tersebut mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Hingga kini, warga masih menunggu air surut sambil memantau perkembangan kondisi banjir.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 17 hingga 23 April 2026 di sejumlah kawasan pesisir utara Jakarta.

Potensi rob itu dipicu oleh fenomena fase bulan baru pada 17 April dan perigee pada 19 April 2026, yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD DKI menyiagakan layanan darurat 112 yang dapat dihubungi masyarakat apabila terjadi kondisi kedaruratan.

Masyarakat juga dapat memantau perkembangan peringatan dini gelombang pasang melalui kanal resmi BPBD DKI dan situs pemantauan banjir milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

54 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.