Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerangka Karbon Dipertegas, OJK Incar Pasar yang Kredibel dan Transparan

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 15:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerangka Karbon Dipertegas, OJK Incar Pasar yang Kredibel dan Transparan Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Peluncuran bursa karbon atau idxcarbon pada 23 septermber 2023.

JAKARTA – Penjabat sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa penguatan kerangka nilai ekonomi karbon nasional merupakan fondasi krusial dalam membangun pasar karbon domestik yang berintegritas.

Kerangka yang kokoh dinilai tidak hanya memastikan kepastian harga dan mekanisme perdagangan, tetapi juga memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap sistem yang berjalan.

Secara analitis, pasar karbon membutuhkan standar pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV) yang ketat agar setiap unit karbon yang diperdagangkan memiliki legitimasi dan daya saing, baik di tingkat domestik maupun global.

Tanpa tata kelola yang jelas dan akuntabel, risiko greenwashing serta distorsi harga dapat menghambat pertumbuhan pasar.

Dengan memperkuat aspek regulasi, transparansi, dan pengawasan, OJK mendorong terciptanya ekosistem karbon yang tidak hanya kredibel, tetapi juga mampu menjadi instrumen pembiayaan transisi energi dan pencapaian target penurunan emisi nasional secara berkelanjutan.

“Dengan menegaskan kembali berbagai instrumen ekonomi karbon, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem pasar karbon domestik yang kredibel, transparan, dan akuntabel,” ujar Friderica atau yang akrab disapa Kiki dalam acara The 2nd Indonesia Climate Banking Forum di Jakarta, Kamis (26/2).

Kerangka tersebut diharapkan dapat memberikan sinyal harga karbon yang jelas bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat integritas kebijakan iklim nasional. Hal ini juga sejalan dengan visi Indonesia dalam mencapai emisi nol karbon (net zero emission) pada 2060.

Pada kesempatan yang sama, OJK juga mengapresiasi komitmen industri perbankan dalam memperkuat praktik keuangan berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan instrumen pembiayaan hijau dan penerapan manajemen risiko iklim.

Kiki menuturkan bahwa otoritas terus membangun ekosistem kebijakan yang lebih sehat, antara lain melalui penyempurnaan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), pembentukan Bursa Karbon Indonesia, serta implementasi kerangka manajemen risiko iklim dan analisis skenario bagi sektor perbankan.

“Secara paralel kami mengembangkan ekosistem kebijakan yang lebih komprehensif melalui peningkatan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia, pembentukan Bursa Karbon Indonesia, serta implementasi kerangka manajemen risiko iklim dan analisis skenario untuk industri perbankan,” katanya.

Kiki menambahkan, TKBI menyediakan klasifikasi yang jelas bagi kegiatan hijau dan transisi. Sementara itu, bursa karbon mendukung mekanisme penemuan harga yang transparan serta penyediaan instrumen berbasis pasar dalam pengelolaan nilai ekonomi karbon dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Keseluruhan instrumen itu menjadi fondasi kebijakan terintegrasi untuk mendukung agenda transisi Indonesia sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.