Banjir Bandang Tewaskan 14 Orang di Wilayah Terdampak Gempa Turki
📅 Kamis, 16 Mar 2023, 09:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: cyprus-mail
ISTANBUL - Banjir bandang menewaskan sedikitnya 14 orang yang tinggal di tenda dan Rumah kontainer di seluruh wilayah yang dilanda gempa Turki pada Rabu (15/3).
Orang-orang tersapu air yang deras, mengubah jalan menjadi sungai berlumpur di daerah yang dilanda gempa berkekuatan 7,8 SR bulan lalu, kata para pejabat.
Lebih dari 48.000 orang tewas di Turki dan hampir 6.000 di Suriah dalam bencana gempa pada 6 Februari lalu. Gempa paling mematikan di kawasan itu di zaman modern.
Ratusan ribu korban gempa Turki telah dipindahkan ke tenda dan rumah kontainer di seluruh wilayah bencana, yang meliputi 11 provinsi di tenggara Turki.
Namun hujan deras melanda daerah tersebut pada Selasa (14/3) dan badan cuaca memperkirakan hujan akan berlangsung hingga Rabu malam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pejabat Turki mengatakan, banjir menewaskan 12 orang di Sanliurfa, sekitar 30 mil (50 km) utara perbatasan Suriah.
Dua orang, termasuk balita berusia satu tahun, juga meninggal di dekat Adiyaman, di mana lima orang lainnya masih belum ditemukan.
Gambar-gambar menunjukkan air menyapu mobil dan membanjiri perumahan sementara yang didirikan untuk korban gempa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam satu video viral, seorang pria yang mengenakan setelan krem ????dan berdasi meminta bantuan sambil mengapung di arus yang deras di samping perabot.Nasibnya masih belum diketahui.
Gambar lain menunjukkan orang menarik korban keluar dari air dengan ranting dan tali.
Kantor gubernur Sanliurfa mengatakan banjir juga mencapai lantai dasar salah satu rumah sakit utama di kawasan itu.
Tekanan pada Erdogan
Menghadapi pemilihan ulang yang sulit pada 14 Mei mendatang, Erdogan menghadapi reaksi publik yang marah atas respons gagap pemerintahnya terhadap bencana alam terbesar dalam pemerintahannya selama dua dekade.
Erdogan telah beberapa kali mengeluarkan permintaan maaf publik sambil menekankan bahwa tidak ada negara yang dapat menangani dengan cepat bencana sebesar itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!