Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bambu Bisa Jadi Cuan! Kemenperin Buka Bamboo Academy, Ini Target Besarnya

📅 Senin, 26 Mei 2025, 20:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bambu Bisa Jadi Cuan! Kemenperin Buka Bamboo Academy, Ini Target Besarnya Doc: ANTARA/HO-Kemenperin
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) berfoto bersama dengan Jatnika Nanggamiharja di Kabuyutan Bambu Muara Beres, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Senin (26/5/2025).

JAKARTA - Bambu dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Industri bambu dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Bambu memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dan melepaskan oksigen, sehingga dapat membantu mengatasi perubahan iklim. Selain itu, bambu juga dapat membantu merehabilitasi lahan kritis dan mencegah erosi tanah. 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan tengah mengakselerasi pembangunan ekosistem industri bambu yang terintegrasi melalui program Bamboo Academy, seperti di Kabuyutan Bambu Muara Beres, Bogor.

"Industri bambu memiliki prospek besar dan keunikan tersendiri. Bambu bisa tumbuh di mana saja, namun tetap diperlukan teknik budi daya dan pemilihan jenis yang tepat agar menghasilkan bahan baku yang berkualitas,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataan di Jakarta, Senin (26/5).

Menurut Menperin, bambu bukan hanya material yang fungsional, tetapi juga sarat akan nilai-nilai filosofi yang dalam. Hal ini menjadikan bambu sebagai salah satu sumber daya alam yang sangat potensial dikembangkan sebagai basis industri yang berdaya saing tinggi, terutama di sektor kerajinan, furnitur, konstruksi, hingga bioindustri.

Kemenperin juga telah menjalankan berbagai program strategis untuk mendukung pengembangan industri bambu nasional. Beberapa upayanya antara lain fasilitasi desain produk, bantuan peralatan produksi bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM), serta pelatihan sumber daya manusia melalui Bamboo Academy.

“Kami mendukung penuh terhadap pengembangan ekosistem industri bambu nasional melalui inisiatif Bamboo Academy,” ujarnya.

Program ini diharapkan menjadi lokomotif pembangunan industri bambu yang terintegrasi dan berkelanjutan sehingga akan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun demikian, Menperin juga menyampaikan, pembangunan industri bambu memiliki tantangan yang tidak ringan.

“Sama seperti membangun sektor industri lainnya, kita menghadapi persoalan terkait bahan baku, kualitas, dan standardisasi produk. Tapi tantangan ini harus kita hadapi bersama dengan inovasi dan produktivitas yang berkelanjutan,” ujar Agus.

Untuk itu, Kemenperin berkomitmen mengawal seluruh tahapan pengembangan industri bambu secara menyeluruh dan berkelanjutan. Sinergi dengan para pemangku kepentingan, mulai dari komunitas bambu, lembaga riset, hingga sektor industri, menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem industri bambu yang tangguh dan berdaya saing global.

Terlebih lagi, Indonesia memiliki potensi sumber daya bambu yang sangat besar dan tersebar di berbagai daerah. Namun, pemanfaatannya perlu lebih dioptimalkan agar komoditas bambu ini bisa menjadi produk yang bernilai tambah tinggi.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman jenis bambu terbanyak di dunia. Terdapat 162 jenis bambu di Indonesia, yang 124 di antaranya merupakan spesies asli Indonesia.

Menperin juga mengemukakan, dari sisi kawasan, Indonesia menduduki peringkat keenam dunia dalam hal luasan hutan bambu, yaitu mencapai 1,85 juta hektare. Ini merupakan kekuatan ekosistem yang sangat luar biasa, dan merupakan aset ekologis dan ekonomi yang tidak boleh kita abaikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.