Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ayo Berobat Gratis, Kapal RS Laksamana Malahayati Lanjutkan Pelayanan Kesehatan ke Rembang

📅 Minggu, 10 Sep 2023, 01:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Berobat Gratis, Kapal RS Laksamana Malahayati Lanjutkan Pelayanan Kesehatan ke Rembang Doc: ANTARA/HO-Pemkot Semarang
Ket. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyerahkan perbekalan untuk lanjutan perjalanan Kapal RS Terapung Laksamana Malahayati, di Pelabuhan Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (9/9/2023).

Semarang - Ayo berobat gratis, Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati melanjutkan perjalanan untuk melakukan pelayanan kesehatan gratis ke Rembang, Jawa Tengah, setelah selama tiga hari bersandar di Pelabuhan Kendal.

Selamabersandar di Pelabuhan Kendal, Jawa Tengah, kru kapal Rumah Sakit (RS) Terapung Laksamana Malahayatimemberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Pelepasan keberangkatan kapal RS Terapung Laksamana Malahayati menuju Rembang tersebut dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Pelabuhan Kendal, Sabtu.

"Tiga hari yang lalu kan merapat ke Kendal, saya juga hadir pada saat itu. Banyak warga yang juga hadir untuk berobat di kapal ini," kata Ita, sapaan akrab HevearitaGunaryantiRahayu.

Ia mengapresiasi pelayanan kesehatan yang telah diberikan seluruh kru kapal RS Terapung Laksamana Malahayati kepada masyarakat Kabupaten Kendal dan Kota Semarang selama berlabuh di Pelabuhan Kendal sejak Selasa (5/9) lalu.

"Saya memberikan apresiasi kepada nakhoda, tenaga medis, dan kru kapal sebanyak 23 orang. Terima kasih juga kepada DPP PDI Perjuangan dan Ibu MegawatiSoekarnoputri yang sudah meresmikan kapal ini. Terima kasih sudah dibantu (layanan kesehatan gratis)," katanya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat, kapal RS Terapung Laksamana Malahayati yang diresmikan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada 10 Juni 2023 itu juga memberikan bantuan sembako kepada pasien.

"Saat ini (kapal) akan berlayar lagi ke Rembang. Pesan saya, ya, hati-hati di jalan karena ternyata menuju Pati-Rembang memakan waktu kurang lebih 20 jam," kata Ita.

Sejak diresmikan, kapal RS Terapung Laksamana Malahayati yang memiliki lebar sembilan meter dan panjang sekitar 30 meter tersebut telah berlabuh di daerah Aceh, Tegal, dan Kendal.

Selama berlabuh di Kendal, RS Terapung Laksamana Malahayati melayani 600 pasien dari Kabupaten Kendal dan Kota Semarang yang mengalami berbagai keluhan kesehatan.

Ita menjelaskan bahwa kapal RS Terapung Laksamana Malahayati memang didesain tidak terlalu besar, namun memiliki fasilitas lengkap seperti ruang operasi, perawatan, dan pengobatan, agar dapat lebih fleksibel saat berlayar menjangkau daerah-daerah perairan terpencil.

Adapun penamaan kapal tersebut terinspirasi dari pahlawan perempuan nasional Indonesia Keumalahayati, yang juga menjadi panglima armada laut perempuan pertama di dunia dari Kesultanan Aceh Darussalam pada abad ke-16.

"Nama Laksamana Malahayatidipilih oleh Ibu MegawatiSoekarnoputri,yang diambil dari nama pahlawan perempuan dari Aceh sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannyadalam melawan penjajah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.