Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Australia akan Paksa Raksasa Teknologi Bayar Berita yang Dibagikan di Platformnya

📅 Kamis, 12 Des 2024, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Australia akan Paksa Raksasa Teknologi Bayar Berita yang Dibagikan di Platformnya Doc: AFP/Josh Edelson
Ket. Skema baru Australia akan mengenakan pajak pada Google dan platform teknologi besar lainnya yang akan dialokasikan untuk membayar berita.

SYDNEY - Australia akan memaksa Meta dan Google untuk membayar berita yang dibagikan di platform mereka berdasarkan skema baru yang diluncurkan pada Kamis (12/12), dengan ancaman akan mengenakan pajak jika mereka menolak membuat kesepakatan dengan media lokal.

Perusahaan media tradisional di seluruh dunia tengah berjuang untuk bertahan hidup sementara dana iklan yang berharga dikuras secara daring.

Australia menginginkan perusahaan teknologi besar memberi kompensasi kepada penerbit lokal karena membagikan tautan berita yang mengarahkan lalu lintas ke platform mereka, sebuah ide yang mereka tolak sebelumnya.

"Pertumbuhan pesat platform digital dalam beberapa tahun terakhir telah mengganggu lanskap media Australia, dan mengancam kelangsungan jurnalisme kepentingan publik," kata Menteri Komunikasi Michelle Rowland kepada wartawan.

"Penting bagi platform digital untuk memainkan perannya. Platform digital perlu mendukung akses terhadap jurnalisme berkualitas yang menginformasikan dan memperkuat demokrasi kita."

Platform media sosial dengan pendapatan Australia lebih dari 160 juta dollar AS setahun akan dikenakan pajak dengan jumlah yang belum diputuskan yang dialokasikan untuk membayar berita.

Namun mereka dapat mengimbangi pajak tersebut – atau menghindari pembayarannya sama sekali – jika mereka secara sukarela membuat perjanjian komersial dengan perusahaan media Australia.

Pemerintah Australia mengindikasikan perusahaan induk Google, Facebook, dan TikTok akan dikenai pajak, yang akan berlaku tahun depan.

Para pejabat mengatakan X milik Elon Musk kemungkinan akan lolos karena pendapatan domestiknya terlalu kecil.

Ratusan wartawan Australia telah kehilangan pekerjaan mereka dalam beberapa tahun terakhir karena banyaknya surat kabar yang ditutup dan banyaknya perusahaan media yang merampingkan bisnisnya.

Pada tahun 2021, Google dan Meta menandatangani sejumlah kesepakatan dengan ruang redaksi Australia dengan total nilai 160 juta dollar AS.

Namun Meta telah mengindikasikan pihaknya tidak akan memperbarui penawarannya saat habis masa berlakunya pada bulan Maret, dengan alasan bahwa berita hanya merupakan sebagian kecil dari lalu lintasnya.

Pajak ini akan dirancang untuk menghentikan raksasa teknologi dari sekadar menghapus berita dari platform mereka, sesuatu yang telah dilakukan Meta dan Google di luar negeri di masa lalu.

Seorang juru bicara Meta pada hari Kamis mengatakan Australia "menagih satu industri untuk mensubsidi industri lain".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

58 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.