Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Kekerdilan Anak, Kepala BKKBN: Perhatikan Masa Kehamilan untuk Cegah Anak Stunting

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Kekerdilan Anak, Kepala BKKBN: Perhatikan Masa Kehamilan untuk Cegah Anak Stunting Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Tangkapan layar Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam diskusi Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (15/8/2023).

Jakarta - Atasi kekerdilan anak, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menekankan pentingnya orang tua memperhatikan masa kehamilan untuk mencegah anak lahir stunting.

"Kalau mau hamil lagi, ingat hamilnya harus direncanakan dengan baik, supaya anaknya tidak cacat, tidak stunting, dan sehat, karena pembentukan organ itu selesai dalam waktu dua bulan pertama kehidupan di dalam rahim," katanyadalam diskusi Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Ia menekankan orang tua selalu memperhatikan kondisi kesehatan ibu hamil agar bayi dapat tumbuh dengan baik.

"Kalau hamil, tetapi hemoglobin (molekul protein pembawa sel darah merah) rendah, kurang darah merah atau anemia, kurang gizi, terlalu kurus, dan kurang vitamin D, maka plasentanya (organ penunjang bayi pada rahim) akan tipis, kalau plasenta tipis, bayinya kecil dan tidak akan tumbuh dengan baik," ujar dia.

Ia berpesan kepada para calon pengantin untuk serius memikirkan masa depan keluarga dengan tidak main-main dan tidak menjadikan hubungan seksual sebagai ajang untuk rekreasi belaka.

"Kalau main-main, jangan hamil, itu sudah jelas. Kalau anda sudah suami istri, terus hubungan seksual hanya untuk rekreasi saja, ya pakai kontrasepsi, karena kalau enggak sengaja lalu hamil, akhirnya terjadilah kehamilan yang tidak dikehendaki," katanya.

Dokter spesialis kandungan ini, juga menyebutkan pentingnya masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni usia 0-24 tahun, karena pada masa ituakan ditunjukkan kesempurnaan penglihatan, pendengaran, bicara, logika, dan emosi anak.

"Tuhan menutup ubun-ubun anak di usia 24 bulan, jadi begitu 1.000 hari, tulang sama tulang ketemu, kalau celah sudah hilang dan tertutup, otaknya sudah tidak bertambah lagi. Ubun-ubun menutup 96 persen di usia 24 bulan. Kalau ingin anaknya tidak stunting dan cerdas, waktunya di 1.000 HPK," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa menjaga jarak kehamilan juga penting agar anak terhindar dari penyakit seperti autisme.

"Atur jarak anak juga, karena jarak anak yang dekat menyebabkan stunting. Autisme dan stunting juga sangat berhubungan dengan jarak. Biarkan anak sampai umur tiga tahun baru punya adik, ini jarak idealnya," ujar dia.

Ia berpesan kepadakeluarga agar dapat mengembalikan tiga fungsi, yakni asah, asih, dan asuh.

"Diasah kecerdasan ilmu agama, pendidikan, dan teknologinya, diasih dengan kasih sayang sepenuh hati, diatur jaraknya agar tidak terlalu dekat biar kasih sayangnya penuh, dan diasuh, dibuatkan rumah, jamban yang sehat, air yang bersih, baju yang baik," demikian Hasto Wardoyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.