Atasi Kebakaran Hutan, BPBD Sulteng Catat Lima Kasus Karhutla Sebagai Dampak El Nino
📅 Jumat, 08 Sep 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-BPBD Sulteng
Palu - Atasi kebakaran hutan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat saat ini terjadi lima kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu sebagaidampak fenomena El Nino.
"Lima kejadian karhutla terjadi di wilayah Kabupaten Banggai dan Poso," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andy A Sembiring di Palu, Kamis.
Ia menjelaskankarhutla di Sulteng terjadi di Banggai tepatnya di Desa Toipian, Kecamatan Pagimana, dengan luas lahan perkebunan warga terdampak sekitar 2,5 hektare, kemudian 60 hektare lahan perkebunan di Kecamatan Nuhon dan 21,4 hektare di Kabupaten Poso.
Menyikapi fenomena ini, BPBD mengimbau warga tidak membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar, karena saat ini sangat rentan terjadi kebakaran seiring suhu panas meningkat.
"Ancaman El Nino sangat riskan terhadap kebakaran, sehingga perlu kesadaran semua pihak mengantisipasi potensi kebakaran," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga meminta dukungan BPBD masing-masing kabupaten/kota cepat memberikan informasi terhadap potensi kebakaran hutan, termasuk melakukan upaya antisipasi sebagai respon cepat.
"Fenomena El Nino sangat mempengaruhi kondisi alam, kota sebagai makhluk hidup yang tinggal di dalamnya harus bijak dalam beraktivitas," ucap Andi.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim mengemukakanmenurut analisis pihaknya diproyeksikan sekitar 85 persen wilayah Sulteng pada September ini mengalami kekeringan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Suhu tertinggi pada puncak El Nino sekitar 36,0 derajat Celsius, dan suhu normal rata-rata harian sekitar 32,6 derajat Celsius," tuturnya.
Oleh karena itumasyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting. Selain itu menghemat menggunakan air bersih dan tidak melakukan pembakaran sampah di sembarang tempat.
"Selalu menjaga kesehatandan minum air yang cukup guna mencegah dehidrasi. Pemerintah daerah juga perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mengamankan pangan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!