Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Kebakaran Hutan, BPBD Sulteng Catat Lima Kasus Karhutla Sebagai Dampak El Nino

📅 Jumat, 08 Sep 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Kebakaran Hutan, BPBD Sulteng Catat Lima Kasus Karhutla Sebagai Dampak El Nino Doc: ANTARA/HO-BPBD Sulteng
Ket. Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Sulteng berusaha memadamkan api kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Poso, Sabtu (19/8/2023).

Palu - Atasi kebakaran hutan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat saat ini terjadi lima kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu sebagaidampak fenomena El Nino.

"Lima kejadian karhutla terjadi di wilayah Kabupaten Banggai dan Poso," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andy A Sembiring di Palu, Kamis.

Ia menjelaskankarhutla di Sulteng terjadi di Banggai tepatnya di Desa Toipian, Kecamatan Pagimana, dengan luas lahan perkebunan warga terdampak sekitar 2,5 hektare, kemudian 60 hektare lahan perkebunan di Kecamatan Nuhon dan 21,4 hektare di Kabupaten Poso.

Menyikapi fenomena ini, BPBD mengimbau warga tidak membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar, karena saat ini sangat rentan terjadi kebakaran seiring suhu panas meningkat.

"Ancaman El Nino sangat riskan terhadap kebakaran, sehingga perlu kesadaran semua pihak mengantisipasi potensi kebakaran," ujarnya.

Ia juga meminta dukungan BPBD masing-masing kabupaten/kota cepat memberikan informasi terhadap potensi kebakaran hutan, termasuk melakukan upaya antisipasi sebagai respon cepat.

"Fenomena El Nino sangat mempengaruhi kondisi alam, kota sebagai makhluk hidup yang tinggal di dalamnya harus bijak dalam beraktivitas," ucap Andi.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim mengemukakanmenurut analisis pihaknya diproyeksikan sekitar 85 persen wilayah Sulteng pada September ini mengalami kekeringan.

"Suhu tertinggi pada puncak El Nino sekitar 36,0 derajat Celsius, dan suhu normal rata-rata harian sekitar 32,6 derajat Celsius," tuturnya.

Oleh karena itumasyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting. Selain itu menghemat menggunakan air bersih dan tidak melakukan pembakaran sampah di sembarang tempat.

"Selalu menjaga kesehatandan minum air yang cukup guna mencegah dehidrasi. Pemerintah daerah juga perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mengamankan pangan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.