AS dan Inggris Serang Houthi untuk Lemahkan Milisi di Yaman
📅 Senin, 05 Feb 2024, 00:18 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
SANAA - Amerika Serikat (AS) dan Inggris melakukan serangan udara terhadap pemberontak Yaman pada hari Sabtu (3/2) menghantam 36 target Houthi di 13 lokasi di Yaman sebagai tanggapan atas serangan berkelanjutan Houthi terhadap pelayaran internasional dan komersial serta kapal angkatan laut yang transit di Laut Merah. Demikian pernyataan AS, Inggris, dan negara-negara lain yang memberikan dukungan untuk operasi tersebut.
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, mengatakan serangan itu dimaksudkan untuk lebih mengganggu dan menurunkan serta melemahkan kemampuan milisi Houthi yang didukung Iran "dalam melakukan serangan sembrono dan mengganggu stabilitas".
Kelompok Houthi di Yaman, pada Minggu (4/2), mengatakan, serangan udara AS dan Inggris tidak akan menghalangi mereka, dan berjanji akan memberikan tanggapan setelah puluhan sasaran diserang sebagai pembalasan atas serangan berulang kali di Laut Merah oleh pemberontak dukungan Iran tersebut.
Dikutip dariRadio France Internationale (RFI), serangan udara gabungan AS dan Inggris di Yaman pada Sabtu malam, yang dikecam oleh Iran.
Ini adalah ketiga kalinya pasukan Inggris dan AS bersama-sama menargetkan kelompok Houthi, yang serangannya sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza yang dilanda perang telah mengganggu perdagangan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Austin dan pernyataan bersama tidak mengidentifikasi tempat-tempat yang menjadi target serangan, namun juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan, ibu kota Sanaa dan daerah lain yang dikuasai pemberontak menjadi sasaran.
Saree melaporkan total 48 serangan udara, dan mengatakan di platform media sosial X bahwa serangan ini tidak akan menghalangi kami dari pendirian kami dalam mendukung rakyat Palestina yang teguh di Jalur Gaza," ujarnya.
Kementerian Pertahanan Inggris, mengatakan, pesawat-pesawat tempur Royal Air Force Typhoon menyerang sasaran-sasaran termasuk dua stasiun kendali darat yang digunakan untuk mengoperasikan drone penyerang dan pengintai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Targetkan 13 Lokasi
Austin mengatakan pasukan koalisi menargetkan 13 lokasi yang terkait dengan fasilitas penyimpanan senjata, sistem dan peluncur rudal, sistem pertahanan udara, dan radar yang bawah tanah milik Houthi. Namun belum ada laporan mengenai korban jiwa dari aksi militer itu.
Secara terpisah, Komando Pusat AS atauUS Central Command (Centcom), mengatakan, pasukannya melakukan serangan terhadap rudal anti-kapal Houthi yang bersiap diluncurkan terhadap kapal-kapal di Laut Merah pada Minggu pagi.
Centcom sebelumnya telah melancarkan serangan terhadap enam rudal anti-kapal Houthi lainnya, dan pada hari Jumat militer AS mengatakan pasukannya telah menembak jatuh delapan drone di dan dekat Yaman.
Kelompok Houthi mulai menargetkan pengiriman Laut Merah pada bulan November, dengan mengatakan mereka menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk mendukung warga Palestina di Gaza, yang dikuasai oleh kelompok bersenjata lain yang didukung Iran.
Pasukan AS dan Inggris membalas dengan serangan terhadap kelompok Houthi, yang sejak itu menyatakan kepentingan AS dan Inggris sebagai sasaran yang sah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!