Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diplomat Arya Daru Meninggal karena Mati Lemas

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 17:07 WIB | Oleh:
Diplomat Arya Daru Meninggal karena Mati Lemas Doc: ist
Ket. Arya daru

JAKARTA – Sebab kematian korban adalah akibat pertukaran oksigen di saluran pernapasan atas yang mengakibatkan mati lemas. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya, menginformasikan dari hasil otopsi, Arya Daru Pangayungan, diketahui bahwa organ dalam memperlihatkan tidak adanya sakit, walau di dalamnya ditemukan paracetamol. Artinya tak ada sakit di organ dalam. Tidak ada penyakit dalam diri korban.

“Arya Daru meninggal karena mati lemas,” tandas Kombes Wira Satya, Selasa (29/7) dalam konferensi pers penyebab kematian Arya Daru.Menurutnya, penyebab kematian korban adalah akibat pertukaran oksigen di saluran pernapasan atas yang mengakibatkan mati lemas. Ini sesuai dengan keterangan hasil otopsi dari RSCM.

Saat ini masih digelar konferensi pers di Polda Metro Jaya terkait pengumuman penyebab kematian pegawai Deplu, Arya Danu Pangayunan. Terdapat banyak pihak yang memberi penjelasan hasil penelitian dari bidang masing-masing.

Konferensi dipimpin Kombes Pol Wira Satya, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya.Saat ditemukan korban (8/7), dalamkeadaan telentang, bercelana pendek, dan kaos. Di terbaring di kasur dengan kepala tertutup plastik dan terlilit lakban. Saat ditemukan tangan dan kaki tidak terikat.

Banyak ahli memberi penjelasan. Misalnya, Pusident Polri, Aipda Sigit Kusdiyanto, mengatakan hasil penelitian sidik jari di lakban memang tangannya Arya Danu. Puslabfor Polri, Kompol Irfan Rofiq, hasil pemeriksaan TKP tidak menemukan adanya bercak darah, sperma atau material biologis.

Dari toksikologi AKP Ade Laksono ditemukan paracetamol dalam tubuh korban. Kemudian dari sisi siber ditemukan korban pernah dua kali mengirim email kepada lembaga yang menangani orang yang ingin bunuh diri. Dia pertama merasa ada hasrat bunuh diri. Lalu email kedua menyatakan, hasrat tersebut semakin kuat.

Dari penjelasan-penjelasan tersebut ada kemungkinan penyebab kematian Arya arahnya mengakhiri diri. Karena menurut Dirreskrimum tidak ada ancaman fisik dan kekerasan fisik pihak luar. Lakban kuning merek Daimaru dibeli bersama sang istri di Yogyakarta.

Dua puluh hari lalu, tubuh kaku Arya Daru Pangayunan ditemukan oleh pengelola rumah kos tempatnya tinggal. Ada fakta mencengangkan, wajah Daru tertutup lakban. Kematian yang dianggap tak lazim ini mengundang tanda tanya di tengah masyarakat. Sejumlah isu merebak atas kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri tersebut.


Banyak orang mengaitkan tewasnya Daru dengan tugasnya di Kemenlu yang mengurusi berbagai kasus Tindak Pidana Penjualan Orang. Meski demikian, kepolisian belum memberi pernyataan sebab meninggalnya Daru. Wira Satya juga mengulangi hasil keterangan otopsi, di mana ada luka di bibir bagian dalam. Luka itu terjadi saat korban masih hidup.

Saat ini penjelasan masih terus berlangsung di Polda Metro Jaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.