Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Arus Bawah Prabowo Apresiasi Pemerintah Atas Penanganan Isu Tambang Raja Ampat

📅 Jumat, 06 Jun 2025, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Arus Bawah Prabowo Apresiasi Pemerintah Atas Penanganan Isu Tambang Raja Ampat Doc: Antara Foto
Ket. Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam menangani isu tambang di Raja Ampat.

Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh Pemerintah dalam menangani polemik terkait dengan dugaan aktivitas pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Sekretaris Jenderal ABP Ary Nugroho menilai langkah cepat itu sebagai bentuk kepedulian dan keseriusan Pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan serta merespons aspirasi masyarakat.

"Ini menunjukkan keberpihakan pada kelestarian lingkungan dan aspirasi rakyat. Raja Ampat adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama," ujar Ary dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Adapun apresiasi tersebut muncul setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengoordinasikan secara langsung dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq terkait dengan masalah tersebut.

Ary mengatakan bahwa sikap tegas dan cepat pemerintah itu disambut baik oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk ABP.

Oleh karena itu, pihaknya mendukung langkah konkret Pemerintah dan berharap penyelesaian dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Ia menegaskan bahwa sukarelawan ABP akan terus mengawal isu tersebut agar tidak ada kompromi terhadap kerusakan lingkungan demi kepentingan jangka pendek.

"Kami percaya dengan ketegasan Presiden dan kerja cepat para menteri, kepentingan rakyat dan alam Raja Ampat bisa tetap terlindungi," ucap dia.

Raja Ampat dikenal sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa dan menjadi salah satu ikon pariwisata dunia.

Untuk itu, berbagai pihak menaruh perhatian serius terhadap aktivitas industri yang berpotensi mengancam kelestarian kawasan tersebut.

Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti persoalan tambang nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Teddy, dikonfirmasi via pesan singkat di Jakarta, Kamis (5/6), mengemukakan bahwa Menteri ESDM serta Menteri LH telah mengambil langkah-langkah untuk merespons situasi tersebut.

"Sudah langsung ditindaklanjuti. Pak Menteri ESDM dan Pak Menteri Lingkungan Hidup sudah mengambil langkah yang diperlukan pada saat ini," ujarnya.

Sementara itu, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan tinjauan terkait dengan laporan kegiatan penambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dan tidak mengesampingkan kemungkinan langkah hukum dalam menindaklanjutinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.