Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antibodi Naik Tiga Kali Lipat pada Penerima 'Booster'

📅 Rabu, 08 Feb 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Antibodi Naik Tiga Kali Lipat pada Penerima 'Booster' Doc: Sumber: Covid19.go.id

JAKARTA - Masyarakat penerima vaksinasi lengkap berikut dosis penguat atau booster terbukti secara Serologi Survei (Serosurvei) mengalami peningkatan kadar antibodi hampir tiga kali lipat. Warga yang sudah mendapatkan vaksinasi booster terbukti memiliki kadar antibodi tertinggi.

"Selain itu, masyarakat yang dalam satu tahun belakangan melengkapi status vaksinasinya, kadar antibodi meningkat hampir tiga kali lipat," kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Syarifah Liza Munira, di Jakarta, Selasa (7/2).

Seperti dikutip dari Antara, Syarifah Liza mengatakan dari hasil Serosurvei pada Januari 2023 terlihat hal utama yaitu proporsi penduduk yang memiliki imunitas SARS CoV-2 bertambah tinggi menjadi 99 persen.

"Proporsi masyarakat waktu Juli terakhir itu sekitar 98,5 persen. Jadi masih tetap tinggi," katanya.

Peningkatan pun terjadi pada kadar antibodi penduduk yaitu pada Desember 2021 sebesar 448, Juli 2022 meningkat jadi 2.095, sedangkan Januari 2023 meningkat menjadi 3.207.

"Jadi penting melengkapi vaksinasi. Walaupun hasil dari survei ini menunjukkan kondisi imunitas penduduk Indonesia baik, kita tetap perlu menekankan dan melengkapi status vaksinasi kita," ujarnya.

Status Imunitas

Kemenkes bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan studi Serologi Survei ketiga untuk mengetahui status imunitas dari masyarakat. Studi dilakukan terhadap 16.286 responden di 34 provinsi dan 99 kabupaten/kota.

Responden yang dipilih merupakan responden yang sama dengan studi Serosurvei Juli 2022 dan Desember 2021. "Tujuan pemilihan responden yang sama untuk melihat perubahan kadar antibodi dari Desember 2021 sampai Januari 2023," katanya.

Ahli Epidemiolog FKM UI, Iwan Ariawan, mengatakan tujuan Serosurvei untuk mengetahui persentase penduduk Indonesia yang sudah punya antibodi terhadap SARS CoV-2. Metodologi itu berhasil mengumpulkan darah dari 16.286 responden yang kemudian diperiksa antibodi mereka.

"Hasilnya, pada Desember 2021 pada orang yang sama itu 88 persen, kita katakan penduduk Indonesia sudah memiliki imunitas terhadap Covid-19, di Juli 2022 naik jadi 98,5 persen, kemudian di Januari 2023 naik menjadi 99 persen penduduk Indonesia sudah memiliki antibodi," katanya.

Peningkatan kadar antibodi tersebut, lanjutnya, disebabkan karena vaksinasi atau pernah terinfeksi virus Covid-19.

"Menurut usia, semakin tinggi umur, semakin tinggi kadar antibodi. Karena pada lansia risiko terjadinya Covid-19 berat atau meninggal itu paling tinggi. Sementara pada anak-anak, kadar antibodi paling rendah pada balita karena mereka belum mendapatkan vaksinasi," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Jatim), Erwin Astha Triyono, mengatakan secara ilmiah virus korona sebenarnya masih akan terus ada dan bermutasi. Meskipun tingkat fatalitas akan menurun, sehingga suatu saat orang akan hidup bersama dengan Covid-19. Untuk itu, salah satu senjata ampuh untuk mengatasinya, masyarakat harus divaksin secara lengkap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.