Anda Ibu Menyusui dan Ingin Tetap Berpuasa? Simak Kiat Ini Agar Produksi ASI Terjaga
📅 Rabu, 18 Feb 2026, 17:35 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Mohammad Ayudha
JAKARTA - Bidan dan doula pendiri Bumilpamil Jamilatus Sadiyah mengemukakan pentingnya ibu menyusui memastikan pemenuhan kebutuhan cairan dan energi supaya produksi ASI tetap terjaga selama menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
"Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa Ramadan pada ibu menyusui umumnya tidak langsung menurunkan kualitas makronutrien ASI, namun dehidrasi dan defisit energi dapat memengaruhi volume ASI dan kondisi ibu jika tidak diantisipasi dengan baik," kata lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 itu kepada pewarta di Jakarta pada Rabu (18/2).
Agar produksi ASI selama berpuasa tetap terjaga, dia menyarankan ibu menyusui berusaha memenuhi target konsumsi cairan 2,5 liter sampai tiga liter dari waktu berbuka puasa sampai sahur.
Ibu menyusui bisa memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit dengan minum air putih, makan sup atau makanan berkuah lain, serta mengonsumsi buah berkadar air tinggi seperti semangka dan jeruk.
Jamila juga menyarankan penambahan asupan kalori sebanyak 400 sampai 500 kilokalori per hari pada waktu sahur dan berbuka untuk memastikan pemenuhan kebutuhan energi selama berpuasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyarankan ibu menyusui mengonsumsi makanan padat gizi saat sahur dan berbuka puasa.
Telur, ikan, daging ayam, daging sapi, tempe, dan tahu bisa dijadikan sebagai pilihan sumber protein untuk mendukung sintesis ASI dan pemulihan tubuh ibu.
Ibu menyusui disarankan mengonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, kentang, dan roti gandum agar pasokan energinya lebih stabil dan tubuhnya tidak cepat lemas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, ibu menyusui direkomendasikan mengonsumsi makanan sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang, biji-bijian, dan minyak zaitun untuk menjaga konsistensi kandungan energi dalam ASI.
Jamila mengatakan bahwa di samping memenuhi kebutuhan zat gizi makro, ibu menyusui sebaiknya memperhatikan pemenuhan kebutuhan zat gizi mikro, yang mencakup vitamin dan mineral.
Sebagai contoh, susu, yoghurt, tempe, dan ikan teri bisa jadi pilihan sumber kalsium. Kebutuhan zat besi bisa dipenuhi dengan mengonsumsi daging merah, hati, dan sayur bayam.
"Bila perlu, suplementasi multivitamin khusus ibu menyusui dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama jika asupan makanan sulit optimal saat puasa," kata Jamila.
Jamila menjelaskan bahwa produksi ASI juga bergantung pada frekuensi pengosongan payudara dengan menyusui langsung (Direct Breastfeeding/DBF) atau memompa ASI secara konsisten.
Dia menyarankan ibu tetap menyusui sesuai dengan keinginan bayi. Menyusui bayi pada malam hari dan menjelang sahur disarankan karena kadar hormon prolaktin lebih tinggi pada malam sampai dini hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!