Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anak Sering Alami Alergi Dingin? Ini Gejala dan Cara Pengobatan yang Tepat Menurut IDI Kabupaten Kebumen

📅 Rabu, 04 Des 2024, 09:58 WIB | Oleh:
Anak Sering Alami Alergi Dingin? Ini Gejala dan Cara Pengobatan yang Tepat Menurut IDI Kabupaten Kebumen Doc: iStockphoto/RyanKing999

Berbicara tentang salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat Indonesia adalah alergi. Ada berbagai jenis alergi pada tubuh manusia seperti alergi terhadap makanan, minuman serta kondisi lingkungan tertentu. Salah satu alergi yang sering terjadi adalah alergi dingin. Alergi dingin biasanya terjadi pada anak-anak. Hal ini terjadi akibat sistem imun yang kurang baik.

IDI Kabupaten Kebumen idikabkebumen.org menjelaskan alergi dingin pada anak, yang juga dikenal sebagai urtikaria dingin, adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap suhu dingin. IDI Kabupaten Kebumen saat ini sedang meneliti terkait penyebab alergi dingin pada anak serta pengobatan yang tepat bagi penderitanya. 

Ketua IDI Kabupaten Kebumen saat ini adalah Dr. Agus Tusino, Sp.A sebagai untuk periode 2023-2026 melalui Musyawarah Cabang (Muscab). Ia menggantikan ketua sebelumnya, Dr. Andika Purwita Aji. Muscab ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bupati Kebumen, yang menekankan pentingnya organisasi IDI dalam menghadapi perubahan kebijakan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

IDI Kabupaten Kebumen juga menghadapi tantangan seperti redistribusi peserta BPJS Kesehatan yang tidak merata, yang dapat menciptakan ketimpangan dalam akses pelayanan kesehatan di berbagai wilayah. IDI Kabupaten Kebumen adalah organisasi sebagai wadah profesi bagi para dokter di Indonesia. 

Berikut adalah penyebab utama terjadinya gejala alergi dingin pada anak meliputi:

1. Adanya paparan suhu dingin

Alergi dingin sering kali dipicu oleh paparan langsung terhadap udara atau air dingin. Kulit yang terpapar suhu dingin, terutama bagian yang tidak tertutup pakaian, dapat mengalami reaksi seperti kemerahan dan gatal.

2. Reaksi histamin

Pada anak-anak, ketika kulit terkena suhu dingin, sistem imun melepaskan histamin dan zat kimia lainnya ke dalam aliran darah. Histamin ini menyebabkan gejala alergi seperti gatal, ruam, dan pembengkakan.

3. Faktor genetik

Riwayat keluarga dengan alergi dapat meningkatkan risiko anak mengalami alergi dingin. Jika ada anggota keluarga yang memiliki kondisi serupa, kemungkinan anak juga akan mengalaminya.

4. Kondisi medis lain

Alergi dingin dapat terjadi sebagai akibat dari kondisi medis lain seperti infeksi virus, kelainan darah, atau penyakit autoimun. Beberapa kondisi seperti krioglobulinemia atau leukemia limfositik kronis dapat memperburuk sensitivitas terhadap suhu dingin.

5. Sensitivitas pada kulit

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.