Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Agar Wisatawan Betah Berlama-lama, Pariwisata NTB Harus Lebih Inovatif

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Agar Wisatawan Betah Berlama-lama, Pariwisata NTB Harus Lebih Inovatif Doc: ANTARA/ HO-Kementerian Pariwisata
Ket. Destinasi wisata selancar di Bangko Bangko, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Pengelolaan pariwisata sangat penting untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi lokal (penciptaan lapangan kerja, pendapatan), melestarikan alam dan budaya, serta meningkatkan infrastruktur.

Selain itu, pengelolaan tersebut dapat meminimalkan dampak negatif seperti kerusakan lingkungan dan memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat dan generasi mendatang melalui konsep pariwisata berkelanjutan.

Tanpa pengelolaan yang baik, potensi wisata dapat rusak, sementara pengelolaan yang tepat menjadikannya motor penggerak kemajuan daerah yang bertanggung jawab.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram Zefanya Andryan Girsang memandang durasi menginap singkat tamu hotel menjadi sinyal bagi pemerintah dan pihak terkait untuk membenahi desain serta pengelolaan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Lama menginap wisatawan yang relatif singkat menunjukkan bahwa pengalaman yang ditawarkan belum cukup beragam untuk membuat wisatawan tinggal lebih lama," ujarnya di Mataram, Selasa (6/1).

Zefanya mengungkapkan, ada banyak atraksi di Lombok yang secara konsep masih sama seperti 10 hingga 20 tahun lalu, sehingga wisatawan cenderung datang, menikmati satu atau dua objek utama, lalu kembali pulang.

Padahal, menurutnya, Nusa Tenggara Barat memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi dengan pengalaman yang lebih kaya.

Inovasi pada atraksi yang sudah ada sangat diperlukan sekaligus pengembangan potensi baru agar wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk memperpanjang masa tinggal mereka.

"Hal ini penting karena semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar pula pengeluaran mereka, yang pada akhirnya berdampak langsung pada perekonomian daerah," pungkas Zefanya, lulusan Master of Tourism and Sport Management dari Nicolaus Copernicus University di Polandia tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tamu yang menginap pada hotel bintang maupun non bintang di Nusa Tenggara Barat tercatat sebanyak 2,42 juta orang terhitung sejak Januari hingga November 2025.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang mayoritas masih di bawah dua hari, kecuali saat bulan Maret 2025 yang berada pada angka rata-rata lama menginap selama 2,14 hari.

Sedangkan, jumlah rata-rata lama tamu menginap pada hotel non bintang tercatat juga masih di bawah dua hari selama periode 11 bulan di tahun 2025 tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.