Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

326 Alat Berat untuk Rekonstruksi Lebanon Dihancurkan Israel

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 23:07 WIB | Oleh:
326 Alat Berat untuk Rekonstruksi Lebanon Dihancurkan Israel Doc: ANTARA/HO-Penerangan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII
Ket. Prajurit TNI dari Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Kontingen Garuda Indobatt XXIII-R/UNIFIL membersihkan puing-puing dari badan jalan untuk membuka jalur distribusi logistik di Lebanon Selatan.

BEIRUT, LEBANON - Militer Israel telah menghancurkan 326 unit alat berat yang digunakan untuk pembangunan kembali wilayah selatan Lebanon, kata Ketua Dewan Negara Lebanon Selatan, Hashim Haidar, kepada RIA Novosti.

Haidar menyebutkan bahwa dari jumlah tersebut, 32 unit merupakan kendaraan milik Dewan Negara Lebanon Selatan. Seluruh kerusakan telah didokumentasikan dan pemerintah Lebanon diperkirakan akan mengalokasikan dana untuk memberikan kompensasi serta membeli peralatan baru.

Sejak November 2024, lebih dari 50 bangunan hunian dan nonhunian di Lebanon selatan dan wilayah Beqaa Barat telah hancur total, sementara lebih dari 189 bangunan lainnya membutuhkan perbaikan. Haidar memperkirakan biaya pemulihan untuk wilayah selatan saja mencapai 5 miliar dollar AS (sekitar 83,6 triliun rupiah).

Ia menambahkan bahwa sekitar 5 miliar dolar AS lagi dana tambahan dibutuhkan untuk membangun kembali wilayah selatan Beirut dan daerah terdampak lainnya di Lembah Beqaa di timur Lebanon.

Menurut Haidar, angka tersebut merupakan beban besar yang memerlukan keputusan politik serius karena melampaui kapasitas keuangan negara.

Namun, dengan sumber daya yang terbatas, pemerintah masih dapat memulai pekerjaan mendesak, setidaknya memperkuat sejumlah bangunan agar warga yang mengungsi dapat kembali ke rumah mereka.

Satu-satunya sumber pendanaan rekonstruksi yang tersedia saat ini adalah pinjaman Bank Dunia senilai 250 juta dollar AS (sekitar 4,18 triliun rupiah) yang dialokasikan khusus untuk proyek infrastruktur.

Serangan drone Israel kerap menyasar buldoser dan truk pengangkut yang bekerja di kota-kota Lebanon selatan yang hancur. Pada awal Oktober, pesawat Israel menyerang depo utama peralatan konstruksi Lebanon dan menghancurkan puluhan alat berat.

Israel membenarkan serangan tersebut dengan alasan bahwa peralatan itu digunakan kelompok Lebanon, Hizbullah, untuk membangun kembali infrastruktur militernya.

Otoritas Lebanon berulang kali menyatakan bahwa Israel terus melanggar kedaulatan negara secara sistematis, meski kesepakatan gencatan senjata telah dicapai pada November 2024.

Militer Israel masih mempertahankan keberadaannya di lima titik strategis di Lebanon selatan, termasuk bagian utara Desa Ghajar, yang oleh pemerintah Lebanon dianggap sebagai bentuk pendudukan berkelanjutan dan pelanggaran terhadap Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

Israel mengeklaim bahwa serangannya di Lebanon menyasar aset milik Hizbullah dan para pemimpin militernya. Israel juga menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan serangan untuk menghilangkan ancaman yang ditimbulkan kelompok tersebut. Ant/sumber: Sputnik-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.