Sembilan Budak Setan, Antologi Horor yang Mengangkat Luka Sosial dan Trauma Manusia
Sabtu, 07 Nov 2026, 22:18 WIB | Oleh: Haryo BronoMelalui pendekatan tersebut, horor tidak hanya ditempatkan sebagai genre hiburan yang menghadirkan ketegangan, tetapi juga sebagai medium untuk membicarakan trauma personal dan persoalan sosial.
Enam cerita yang berasal dari sayembara menulis Kumpulan Budak Setan 2 pada 2016 menjadi bagian dari perjalanan panjang proyek antologi ini. Karya-karya tersebut kemudian dipadukan dengan tiga cerita dari penulis undangan sehingga menghadirkan beragam karakter dan pendekatan penceritaan.
Sebagai kelanjutan dari peluncuran buku, GPU juga menghadirkan pameran sastra bertajuk “Penggalan Kata dari Para Budak Setan”. Pameran yang menampilkan penggalan-penggalan tulisan para kontributor tersebut dibuka untuk publik di Makarya, Gramedia Matraman, hingga 18 November 2026.
Melalui antologi Sembilan Budak Setan, GPU menghadirkan karya kolaboratif yang memadukan ketegangan fiksi horor dengan refleksi terhadap persoalan sosial, sejarah, dan relasi antarmanusia. Kehadiran buku ini diharapkan turut memperkaya khazanah sastra horor Indonesia sekaligus menawarkan pengalaman membaca yang lebih mendalam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!