Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sembilan Budak Setan, Antologi Horor yang Mengangkat Luka Sosial dan Trauma Manusia

7 Sabtu, 07 Nov 2026, 22:18 WIB | Oleh:
Sembilan Budak Setan, Antologi Horor yang Mengangkat Luka Sosial dan Trauma Manusia Sembilan Budak Setan, Antologi Horor yang Mengangkat Luka Sosial dan Trauma Manusia Doc: Gramedia
Ket. Beberapa orang mengenakan kostum dan make-up horor pada acara peluncuran buku antologi cerita horor berjudul Sembilan Budak Setan melalui acara bertajuk “Malam Tenggelam bersama Sembilan Budak Setan” di Makarya, Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

JAKARTA – Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) meluncurkan buku antologi cerita horor berjudul Sembilan Budak Setan melalui acara bertajuk “Malam Tenggelam bersama Sembilan Budak Setan” di Makarya, Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Peluncuran buku tersebut tidak hanya menghadirkan diskusi bersama penulis dan kurator, tetapi juga pembacaan cerita, peragaan busana bertema hantu Nusantara, serta pembukaan pameran sastra. Rangkaian acara ini menjadi perayaan terbitnya kumpulan cerita horor karya sembilan penulis Indonesia.

Berbeda dari cerita horor yang mengandalkan kemunculan makhluk gaib, antologi Sembilan Budak Setan menghadirkan teror yang berakar pada persoalan manusia dan kehidupan sosial. Tema yang diangkat mencakup luka sejarah, trauma dalam hubungan keluarga, kekerasan berbasis gender, hingga dendam dan kematian yang menyisakan persoalan.

Buku ini memuat karya Cyntha Hariadi, Tenni Purwanti, Nelden Djakababa Gericke, Gunawan Tri Atmodjo, Seno Gumira Ajidarma, Clara Ng, Ken Hanggara, Leopold Adi Surya, dan almarhum Gunawan Maryanto.

Antologi tersebut dikuratori oleh Eka Kurniawan dan Intan Paramaditha. Dari sembilan cerita yang dihimpun, enam di antaranya merupakan karya hasil sayembara menulis yang diinisiasi sejak 2016, sedangkan tiga cerita lainnya berasal dari penulis undangan.

Horor sebagai Cermin Persoalan Manusia

Dalam sesi diskusi yang dipandu Areispine Dymussaga Miraviori, dua penulis yang hadir secara langsung, Cyntha Hariadi dan Tenni Purwanti, berbagi pengalaman mengenai proses kreatif serta gagasan di balik antologi tersebut.

Cyntha, penulis cerpen “Malaikat Mama”, menyebut keterlibatannya dalam proyek buku ini sebagai pengalaman berkarya yang berkesan. Menurutnya, antologi tersebut mempertemukan beragam sudut pandang penulis dalam mengolah rasa takut dan sisi gelap kehidupan manusia.

“Terlibat dalam buku Sembilan Budak Setan menjadi pengalaman berkarya yang sangat berkesan bagi saya. Antologi ini mempertemukan berbagai cara pandang dari sembilan penulis dalam memaknai rasa takut, luka, dan sisi ganjil manusia,” ujar Cyntha.

Sementara itu, Tenni Purwanti menyambut terbitnya antologi tersebut sebagai kesempatan untuk memperkenalkan beragam pendekatan cerita horor kepada pembaca.

“Saya sangat antusias melihat antologi ini akhirnya resmi terbit dan menyapa para pembaca. Buku Sembilan Budak Setan menawarkan warna horor yang beragam dan memiliki kedalaman cerita tersendiri,” katanya.

Diskusi tersebut juga diikuti secara daring oleh sejumlah kontributor, antara lain Nelden Djakababa Gericke dan Gunawan Tri Atmodjo. Kurator Eka Kurniawan dan Intan Paramaditha turut menyampaikan sambutan pembuka.

Selain diskusi dan sesi penandatanganan buku, pengunjung diajak mengenakan kostum bertema “Hantu-hantu Nusantara”. Aktivitas ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang menggabungkan sastra horor dengan unsur budaya populer dan tradisi lokal.

Mengangkat Trauma, Kekerasan, dan Ingatan Sejarah

Dalam sinopsisnya, Sembilan Budak Setan menggambarkan teror melalui berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan manusia. Cerita-cerita di dalamnya antara lain mengangkat hubungan ibu dan anak yang penuh tekanan, dendam antarsaudara, kekerasan terhadap perempuan, hingga pembantaian yang sengaja dihapus dari ingatan.

Kematian juga menjadi salah satu tema penting dalam antologi ini. Sejumlah cerita menghadirkan tokoh yang meninggal tanpa pemakaman layak, masa lalu yang terus menghantui, serta persoalan yang belum selesai meskipun orang-orang yang terlibat telah tiada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Nasional
OJK Telah Terima 94.363 Pen...
Olahraga
Luar Biasa Seru, Persija Tu...
Luar Negeri
Para Ahli Serukan Perubahan...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.