Wall Street Babak Belur, $3,2 Triliun Lebih Nilai Saham AS Menguap Gara-Gara Kepanikan AI
Jumat, 06 Nov 2026, 16:54 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STekanan politik itu datang ketika perdagangan saham berbasis AI sebenarnya sudah menghadapi persoalan tersendiri. Sejumlah investor mulai mempertanyakan apakah valuasi perusahaan teknologi yang selama ini melambung tinggi benar-benar sebanding dengan prospek pertumbuhan bisnisnya.
Rodda juga menyoroti kinerja keuangan kelompok perusahaan teknologi besar yang dikenal sebagai Magnificent Seven. Hasil laporan keuangan sejumlah perusahaan dalam kelompok tersebut dinilai belum memenuhi ekspektasi pertumbuhan pasar, sekaligus memperlihatkan indikasi melambatnya laju belanja AI.
Situasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa euforia investasi AI yang selama beberapa tahun terakhir mendorong reli saham teknologi mulai menghadapi ujian serius.
Di tengah gejolak pasar, investor juga menantikan laporan terbaru ketenagakerjaan Amerika Serikat atau non-farm payrolls. Data tersebut dipandang penting untuk membaca kondisi pasar tenaga kerja sekaligus memperkirakan arah kebijakan moneter AS selanjutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
The Guardian melaporkan, kombinasi ketidakpastian politik, kekhawatiran regulasi, dan pertanyaan mengenai keberlanjutan belanja AI telah membuat investor semakin berhati-hati. Pasar kini menghadapi situasi ketika optimisme terhadap teknologi masa depan harus berhadapan dengan risiko investasi yang semakin besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!