PMI Naik, Tapi Bukan Berarti Daya Beli Pulih, CELIOS: Ini Cuma Efek Musiman Akhir Tahun
Kamis, 05 Nov 2026, 20:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiAdapun laporan Badan Pusat Statstik (BPS) mengatakan bahwa kondisi dan prospek bisnis industri manufaktur Indonesia masih berada pada fase ekspansi pada triwulan III-2026. Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) tercatat sebesar 52,75, meningkat tipis dibandingkan triwulan II-2026 yang sebesar 52,67.
Nilai IKBM di atas 50 menunjukkan bahwa pelaku industri manufaktur masih melihat kondisi dan prospek bisnisnya membaik. IKBM bersama PMI dua hal yang berbeda dan diterbitkan oleh lembaga yang berbeda pula. IKBM oleh BPS sementara PMI oleh S&P Global. Kendati demikian keduanya tetap memiliki keterkaitan.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, menyampaikan bahwa sebagian besar komponen pembentuk IKBM masih berada pada fase ekspansi.
Berdasarkan komponennya, pesanan meningkat dari 54,46 pada triwulan II-2026 menjadi 54,72 pada triwulan III-2026. Komponen produksi juga naik dari 54,78 menjadi 55,04.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, komponen tenaga kerja meningkat dari 50,02 menjadi 50,14, menandakan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur masih terjaga.
Adapun komponen stok tercatat sebesar 51,81 pada triwulan III-2026. Meski menurun dibandingkan triwulan II-2026 sebesar 52,10, komponen ini masih berada pada fase ekspansi.
Satu-satunya komponen yang berada pada fase kontraksi adalah waktu kirim, dengan skor 49,08 pada triwulan III-2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!