Pramono Ajak Kota Asia-Pasifik Kolaborasi Hadapi Tantangan Perkotaan di Forum CityNet
Selasa, 03 Nov 2026, 16:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohSementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pesatnya urbanisasi di kawasan Asia-Pasifik menuntut perubahan pendekatan dalam pembangunan perkotaan. Menurutnya, pertumbuhan kota harus diimbangi pengelolaan sumber daya yang efisien serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Rachmat mengidentifikasi lima prioritas yang perlu diperkuat untuk meningkatkan ketahanan perkotaan. Kelima bidang tersebut meliputi pengendalian risiko banjir, pengelolaan sampah padat, pemanfaatan air limbah, penataan permukiman, dan peningkatan kualitas udara.
"Kelima prioritas ini mengingatkan kita bahwa ketahanan perkotaan bukan tentang proyek individual, melainkan tentang mengubah cara kita merencanakan, membangun, dan mengelola kota," tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan perkotaan membutuhkan perencanaan yang terintegrasi, pembiayaan proyek yang layak, serta pengukuran kemajuan berdasarkan data yang dapat diandalkan. Bappenas juga akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menerjemahkan berbagai prioritas tersebut menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sekretaris Jenderal CityNet Asia-Pasifik Vijay Jagannathan turut mengapresiasi peran Jakarta dalam jaringan CityNet, termasuk kepemimpinannya pada klaster perubahan iklim. Ia menilai pengalaman Jakarta dalam pengelolaan sampah, pengembangan transportasi, dan transformasi perkotaan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kota-kota anggota lainnya.
Sebaliknya, Jakarta juga memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mengadopsi berbagai inovasi yang telah diterapkan kota-kota lain. Menurut Vijay, perubahan perkotaan dapat berlangsung ketika kebijakan mampu memperbaiki sistem dan masyarakat ikut mengubah perilaku.
"Jakarta menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin terjadi, di mana transformasi perkotaan terjadi ketika kebijakan mengubah sistem dan masyarakat mengubah perilaku," ujar Vijay.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan perkotaan membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, pertukaran pengalaman antarkota, serta keterlibatan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar solusi yang telah terbukti berhasil dapat dikembangkan dan diterapkan lebih luas.
"Mari kita pegang tiga kata kunci: menghubungkan kota, mengkreasi solusi bersama komunitas, dan meningkatkan skala keberhasilan agar tidak ada yang tertinggal," tutup Vijay.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!