Situasi Yaman Makin Keruh, Warga Terjebak Blokade Hadapi Ancaman Kelaparan
Selasa, 03 Nov 2026, 16:32 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/AHMED AL-BASHA
NEW YORK - Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric, Senin (2/11) menyatakan situasi kemanusiaan di Kota Taiz, Yaman, semakin mengkhawatirkan.
"Situasi di Kota Taiz sangat mengkhawatirkan. Seluruh jalan menuju kota tersebut kini ditutup akibat pertempuran. Tidak ada pasokan komersial yang dapat masuk," kata Dujarric dalam konferensi pers.
Menurut Dujarric, hampir 250.000 warga Yaman tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Jumlah tersebut termasuk 186.000 anak berusia di bawah lima tahun dan 23.000 perempuan hamil.
Pada 16 Oktober, Financial Times melaporkan bahwa kelompok Houthi telah mengepung Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman. Penguasaan kota tersebut membuka jalan bagi kelompok itu untuk bergerak menuju Aden, tempat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional berkedudukan.
Pekan lalu, Wakil Juru Bicara PBB Shirin Yaseen mengatakan bahwa organisasi dunia tersebut menyerukan kepada kelompok bersenjata Houthi untuk mengakhiri blokade di Taiz.
Situasi di Yaman meningkat pada pertengahan Juli 2026 ketika pasukan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi menyerang bandara ibu kota saat sebuah pesawat dari Iran yang membawa delegasi pemimpin Houthi hendak mendarat.
Kelompok Houthi menyalahkan Riyadh atas serangan tersebut dan menyatakan perang terhadap Arab Saudi, sekaligus mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap negara itu. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!