Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Ini Lima Strategi Brand Mengoptimalkan Keuntungan saat Harbolnas, Bukan Sekadar Mengejar GMV

1 Minggu, 01 Nov 2026, 16:45 WIB | Oleh:

Aspek kelima adalah menyiapkan strategi lanjutan setelah kampanye 12.12. Periode 45 hari setelah puncak promosi dinilai penting untuk mengukur apakah kampanye berhasil menciptakan pelanggan baru atau hanya menarik konsumen yang membeli karena diskon.

Pada tahap ini, perusahaan perlu membedakan pelanggan baru yang berpotensi melakukan pembelian berulang dengan konsumen yang hanya bertransaksi saat harga sedang turun.

Pendekatan komunikasi kepada kedua kelompok tersebut dapat dilakukan secara berbeda. Pelanggan baru perlu diperkenalkan dengan produk dan layanan perusahaan, sementara pemburu diskon dapat diarahkan untuk mengenali manfaat produk di luar potongan harga.

Pengelolaan retur, layanan pelanggan, dan penawaran lanjutan juga perlu dilakukan secara terintegrasi. Dengan begitu, perusahaan dapat mempertahankan pengalaman pelanggan setelah periode promosi berakhir.

Chief Business Officer Global Fynd, Ronak Modi, mengatakan Harbolnas seharusnya tidak hanya dipandang sebagai momentum untuk meningkatkan permintaan, tetapi juga sebagai ujian bagi kesiapan operasional perusahaan.

“Harbolnas selalu dipandang sebagai persoalan isu permintaan, padahal bagi brand momen ini sebenarnya berkaitan erat dengan operasional mereka. Promo bisa mendatangkan volume, tetapi yang menentukan apakah volume tersebut menjadi nilai jangka panjang adalah bagaimana brand mengelola stok, pengiriman, dan hubungan dengan pelanggan,” ujar Ronak.

Untuk mendukung pengelolaan tersebut, Fynd mengembangkan platform AI-native omnichannel commerce yang mengintegrasikan pengelolaan inventaris secara real-time, data pelanggan, dan pemrosesan pesanan dari berbagai kanal penjualan.

Melalui sistem terintegrasi, perusahaan diharapkan dapat memantau persediaan, mengelola pesanan, menjaga margin keuntungan, serta membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih efektif.

Pada akhirnya, keberhasilan kampanye Harbolnas tidak cukup diukur dari besarnya omzet selama periode promosi. Kemampuan menjaga keuntungan, memenuhi pesanan, dan mengubah pembeli musiman menjadi pelanggan tetap menjadi faktor penting bagi keberlanjutan bisnis setelah musim belanja berakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.