Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Uang Bau Warga Bantargebang Ditargetkan Cair Awal November 2026

1 Minggu, 01 Nov 2026, 18:20 WIB | Oleh:
Uang Bau Warga Bantargebang Ditargetkan Cair Awal November 2026 Uang Bau Warga Bantargebang Ditargetkan Cair Awal November 2026 Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemprov DKI Jakarta menargetkan pencairan dana kompensasi atau uang bau bagi warga yang tinggal di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, dilakukan pada awal November 2026. Saat ini, penyaluran bantuan tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menargetkan pencairan dana kompensasi atau uang bau bagi warga yang tinggal di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, dilakukan pada awal November 2026. Saat ini, penyaluran bantuan tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan pemerintah daerah terus mengupayakan percepatan proses pencairan dana kompensasi tersebut. Ia menyebut penyelesaian administrasi menjadi tahapan yang masih harus dituntaskan sebelum bantuan disalurkan kepada masyarakat.

“Pemprov berharap pencairan dapat dilakukan pada awal November,” kata Chico dalam keterangan resminya, Minggu (1/11/2026).

Chico menjelaskan, proses penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) atau dana kompensasi untuk semester ini melibatkan koordinasi antara perangkat daerah Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi. Kedua pemerintah daerah masih menyelesaikan sejumlah tahapan administrasi agar hak kompensasi warga dapat segera direalisasikan.

“Penyaluran BLT atau dana kompensasi semester ini masih dalam proses administrasi dan koordinasi intensif antara perangkat daerah Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi,” kata dia.

Pemprov DKI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasakan dampak aktivitas pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Chico berharap warga tetap mendukung operasional pengelolaan sampah selama pemerintah menyelesaikan proses pencairan dana kompensasi.

“Kami paham ketidaknyamanan yang dirasakan warga. Kami berharap warga dapat terus mendukung proses pengelolaan sampah, sementara Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan percepatan penyelesaian administrasi agar hak kompensasi warga dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Dana kompensasi bagi warga tersebut berkaitan dengan perpanjangan perjanjian kerja sama pemanfaatan lahan TPST Bantargebang antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menandatangani perpanjangan kerja sama pengelolaan sampah untuk lima tahun ke depan di Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dalam kesepakatan tersebut, Pemprov DKI menyiapkan anggaran kompensasi sekitar Rp362 miliar kepada Pemkot Bekasi untuk periode lima tahun. Dana itu akan digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, penyediaan fasilitas kesehatan, serta perbaikan lingkungan di wilayah Bekasi.

“Disepakati bahwa lima tahun ke depan kurang lebih sekitar Rp362 miliar yang kemudian dikontribusikan Pemerintah DKI kepada Pemerintah Bekasi," kata Tri.

Selain memberikan kompensasi kepada Pemkot Bekasi, Pemprov DKI juga memiliki kewajiban menyalurkan dana kompensasi secara langsung kepada warga yang bermukim di sekitar TPST Bantargebang. Penyaluran tersebut menjadi salah satu bentuk kompensasi atas dampak yang dirasakan masyarakat akibat aktivitas pengelolaan sampah di kawasan tersebut.

Dengan target pencairan pada awal November 2026, Pemprov DKI diharapkan dapat segera menuntaskan proses administrasi dan koordinasi bersama Pemkot Bekasi. Pemerintah juga perlu memastikan penyaluran dana kompensasi berlangsung sesuai ketentuan sehingga hak masyarakat terdampak dapat diterima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Jajaki Kerja Sama...

Gunung Ibu Erupsi Semburkan Abu Setinggi 200 Meter

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Gunung Ibu Erupsi Semburkan...
Daerah
Banjir Aceh Barat Hancurkan...

Akhirnya Kemenangan Itu Datang Juga bagi PSIM Yogyakata

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Akhirnya Kemenangan Itu Dat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.