Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Merahasiakan Tanggal Ulang Tahun Anda
Minggu, 01 Nov 2026, 15:32 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
Tanggal lahir ternyata bisa menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan penjahat siber untuk melakukan pencurian identitas. Informasi yang selama ini dianggap biasa dan kerap dibagikan di media sosial maupun berbagai situs belanja online itu dapat membantu penipu menyamar sebagai seseorang, bahkan meyakinkan korban bahwa mereka adalah petugas bank yang sah.
Peringatan tersebut disampaikan sejumlah pakar keamanan siber menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap penyalahgunaan data pribadi dari berbagai kebocoran informasi perusahaan.
Dalam laporan The Guardian, Minggu (1/11), para ahli menyarankan masyarakat mempertimbangkan untuk tidak mencantumkan tanggal lahir saat membuat akun online, terutama jika informasi tersebut tidak wajib diberikan.
Bahkan, menggunakan tanggal lahir palsu untuk situs yang tidak berkaitan dengan identitas resmi juga dinilai dapat menjadi salah satu cara mengurangi risiko pencurian identitas.
Ancaman ini bukan tanpa alasan. Bayangkan seseorang menerima telepon dari pihak yang mengaku sebagai petugas bank dan melaporkan adanya aktivitas mencurigakan dalam rekeningnya.
Penelepon tersebut kemudian menyebutkan nama, alamat, hingga tanggal lahir korban. Karena memiliki informasi pribadi yang tepat, korban bisa saja percaya bahwa dirinya sedang berbicara dengan petugas bank sungguhan.
Padahal, penelepon tersebut mungkin merupakan penipu yang memanfaatkan data hasil kebocoran untuk membangun kepercayaan sebelum melancarkan aksinya.
Jake Moore, penasihat perusahaan keamanan siber ESET, mengatakan tanggal lahir memang bukan informasi yang terlalu berharga jika berdiri sendiri. Namun, nilainya meningkat ketika digabungkan dengan data pribadi lainnya.
"Tanggal lahir saja tidak terlalu berharga bagi penjahat, tetapi jika digabungkan dengan informasi lain, seperti nama dan nomor telepon, hal itu dapat membantu penjahat melakukan penipuan identitas," ujarnya.
Salah satu contoh kebocoran data yang menjadi perhatian adalah peretasan terhadap peritel online ASOS. Dalam insiden tersebut, tanggal lahir pelanggan termasuk di antara informasi yang berhasil diambil penipu.
Data semacam ini dapat diperjualbelikan dan dimanfaatkan untuk berbagai kejahatan, mulai dari menyusun pesan phishing yang lebih meyakinkan hingga menyamar sebagai pemilik identitas ketika menghubungi layanan pelanggan perusahaan.
Alexandre François, penyelidik penipuan dari perusahaan intelijen WhoisXML API, menemukan bahwa delapan dari 14 peritel yang disurveinya meminta tanggal lahir ketika konsumen membuat akun.
Menurutnya, perusahaan memiliki alasan komersial untuk mengumpulkan informasi tersebut. Tanggal lahir lengkap memungkinkan peritel mengetahui usia pelanggan sehingga dapat digunakan untuk kepentingan pemasaran dan penargetan konsumen.
Data Kecil Bisa Dirangkai Menjadi Profil Identitas Lengkap
Persoalan sebenarnya bukan hanya pada satu informasi yang bocor, melainkan bagaimana berbagai potongan data pribadi dikumpulkan dan disatukan.
Serpil Hall, pakar keamanan dari Datos Insights, menjelaskan bahwa kebocoran data dari satu perusahaan bisa menjadi pintu masuk untuk memperkaya informasi yang dimiliki penjahat siber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!