Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Memerah, Bayang-Bayang Global Menguat

30 Jumat, 30 Okt 2026, 17:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Memerah, Bayang-Bayang Global Menguat IHSG Hari Ini Memerah, Bayang-Bayang Global Menguat Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi-Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di tengah keputusan Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan suku bunga acuannya, yang mencerminkan kehati-hatian otoritas moneter dalam merespons dinamika ekonomi global.

Namun, keputusan tersebut belum cukup meredam tekanan di pasar keuangan, seiring investor masih mencermati prospek suku bunga global, pergerakan nilai tukar, dan risiko geopolitik.

Kondisi ini menunjukkan sentimen eksternal masih membayangi pasar saham domestik, sehingga ruang penguatan IHSG bergantung pada stabilitas makroekonomi dan kepercayaan investor.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan, Jumat (30/10), melemah 41,01 poin atau 0,80 persen ke posisi 5.057,05.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,05 persen ke posisi 515,01.

“Indeks (IHSG) sempat melemah hingga level 4.979, sebelum akhirnya berbalik ditutup di atas level psikologis 5.000,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam analisanya di Jakarta.

Dari mancanegara, Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,25 persen pada pertemuan Oktober yang berlangsung pada Jumat (30/10), sesuai dengan perkiraan pasar.

Keputusan tersebut diambil setelah BOJ menaikkan suku bunga sebanyak dua kali, yakni pada Juni dan September, dengan besaran masing-masing 25 basis poin (bps).

Pada pekan depan, investor akan mencermati pelaksanaan pemilu paruh waktu (midterm election) di Amerika Serikat (AS) pada 3 November.

Sementara dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi yang akan dirilis pada pekan depan meliputi indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026, cadangan devisa, serta indeks harga rumah.

Secara teknikal, Phintraco memproyeksikan IHSG menguji level 4.900-5.000.

Apabila mampu bertahan di atas level 5.000, indeks berpeluang bergerak mendatar (sideways) dalam kisaran 5.000-5.200 pada pekan depan.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, dua sektor tercatat menguat, sedangkan sembilan sektor lainnya melemah.

Sektor kesehatan menguat 0,76 persen, diikuti sektor keuangan yang naik 0,15 persen.

Adapun sektor transportasi mengalami pelemahan terdalam sebesar 3,13 persen, diikuti sektor barang baku yang turun 2,84 persen dan sektor infrastruktur yang melemah 1,96 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,17 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 36,48 miliar lembar saham senilai Rp11,42 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Rupiah Babak Belur, Setahun...
Ekonomi
Nabire Bersiap Jadi Kampung...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.