Telkom Ungkap 5 Industri AI Masa Depan, Pusat Data Jadi Kunci
Kamis, 29 Okt 2026, 17:25 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohKomitmen TelkomGroup dalam memperkuat ekosistem digital nasional turut diwujudkan melalui peluncuran inisiatif pengembangan Sovereign Digital Technology pada hari pertama DTIIF 2026. Inisiatif tersebut mencakup empat kapabilitas strategis, yakni AI Ready Data Center, AI ModelHub, National IoT Platform, dan PaDiSera.
Keempat kapabilitas itu mengintegrasikan infrastruktur komputasi, pengembangan AI, konektivitas perangkat berbasis Internet of Things (IoT), serta perluasan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi Indonesia sekaligus memperluas manfaat ekonomi digital bagi berbagai sektor.
"Telkom membangun tiga fondasi utama untuk mendukung perkembangan industri AI, yaitu konektivitas terintegrasi, pusat data berskala besar, serta gerbang model AI dan pengembangan aplikasi. Konektivitas menghubungkan pengguna, pusat data menyediakan kapasitas komputasi, sedangkan ModelHub menghadirkan akses dan tata kelola model AI untuk berbagai kebutuhan. Dengan menghubungkan ketiganya, Telkom dapat menghadirkan kapabilitas teknologi yang relevan bagi pelanggan dan membuka peluang pengembangan layanan baru," tambah Nanang.
Nanang menilai pembentukan industri AI membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan telekomunikasi, penyedia infrastruktur digital, pengembang teknologi, startup, hingga pelaku UMKM. Pemerintah berperan menyiapkan regulasi, termasuk mengenai kedaulatan data dan identitas agen AI, sedangkan penyedia infrastruktur perlu memastikan ketersediaan konektivitas serta komputasi yang andal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengembang teknologi dan startup juga dibutuhkan untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sementara itu, ketersediaan talenta yang menguasai pengembangan dan integrasi AI menjadi faktor penting agar teknologi dapat diterapkan secara efektif, termasuk untuk membantu UMKM meningkatkan efisiensi operasional, pelayanan, dan penjualan.
Selain kolaborasi, investasi jangka panjang atau patient capital dinilai penting karena pembangunan fondasi industri membutuhkan waktu sebelum menghasilkan keuntungan. Di Indonesia, investasi perlu dilakukan sejak awal dengan dukungan energi yang andal, kepastian perizinan dan regulasi, serta upaya menciptakan permintaan awal agar ekosistem industri dapat tumbuh secara berkelanjutan.
"Industri global berikutnya tidak hanya dibangun oleh pihak yang paling cepat mengadopsi teknologi, tetapi juga oleh mereka yang bersedia membangun fondasinya sebelum permintaan pasar terbentuk. Indonesia memiliki kebutuhan dan infrastruktur digital sebagai modal awal. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapabilitas, membangun kolaborasi, dan mengembangkan industri yang mampu bersaing di tingkat global. Teknologi yang kita bangun hari ini akan menjadi industri global masa depan," tutup Nanang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!