Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Jepang Ungkap Tiga Alasan Memburuknya Keamanan di Asia Tenggara

29 Kamis, 29 Okt 2026, 14:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Ungkap Tiga Alasan Memburuknya Keamanan di Asia Tenggara Jepang Ungkap Tiga Alasan Memburuknya Keamanan di Asia Tenggara Doc: ANTARA/ANADOLU
Ket. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi.

ISTANBUL - Jepang, Rabu (28/10), menyoroti “tiga alasan” di balik lingkungan keamanan yang “memburuk dengan cepat” di Asia Tenggara, seraya menjanjikan dukungan bagi ASEAN yang beranggotakan 11 negara.

“Bencana alam kini semakin parah, melumpuhkan sektor komunikasi, layanan kesehatan, dan transportasi secara bersamaan,” kata Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, dalam pertemuan gabungan menteri pertahanan ASEAN di Cebu, Filipina, negara yang saat ini memegang keketuaan ASEAN.

Selain bencana alam sebagai alasan pertama, Koizumi juga menyebut konflik di berbagai belahan dunia yang berdampak kepada rantai pasok dan pasokan energi sebagai alasan kedua, serta adanya pola keseimbangan militer yang bergeser dengan cepat sehingga meningkatkan risiko benturan serta kemungkinan terjadinya kesalahan perhitungan yang berbahaya sebagai alasan ketiga.

"Krisis-krisis ini tidak sekadar beradaptasi; mereka saling tumpang tindih dan memperkuat satu sama lain," kata Koizumi, seraya menekankan pentingnya "persatuan, sentralitas, dan ketahanan" ASEAN.

"Jepang menghargai ketiga aspek tersebut karena ketiganya merupakan barang publik internasional yang menjaga perdamaian, kemakmuran, serta kebebasan setiap negara untuk menentukan pilihannya sendiri," tuturnya.

Koizumi menyatakan bahwa negara-negara anggota ASEAN "sedang memperkuat kemampuan mereka sendiri untuk merespons dan melakukan pencegahan."

"Secara kolektif, ASEAN tengah menangani berbagai tantangan bersama, mulai dari penanganan bencana hingga keamanan maritim. Upaya-upaya ini saling melengkapi, dan Jepang... akan memberikan dukungan untuk keduanya," ujarnya.

"Tujuan kami sederhana: memperluas pilihan bagi ASEAN dan setiap negara anggotanya agar dapat memahami, memutuskan, serta bertindak secara mandiri," kata menteri pertahanan Jepang tersebut, seraya mendorong ASEAN dan Jepang untuk "memperbarui bidang-bidang kerja sama kita."

Dia berjanji bahwa Jepang "akan melakukan segala upaya" untuk mengubah "pilihan-pilihan" ASEAN menjadi "kekuatan nyata."

Pertemuan di Cebu City itu mencakup Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) ke-20 dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM Plus) ke-13, yang turut menghadirkan menteri pertahanan dari AS, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan India, meski tahun ini Tiongkok tidak mengirimkan menteri pertahanannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Wali Kota Bandung Ajak Pemuda Peduli Masyarakat

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Ajak Pemu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.