Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Satgas: MBG Model Prasmanan Lebih Disukai Pelajar SD di Kudus

29 Kamis, 29 Okt 2026, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Satgas: MBG Model Prasmanan Lebih Disukai Pelajar SD di Kudus Satgas: MBG Model Prasmanan Lebih Disukai Pelajar SD di Kudus Doc: ANTARA
Ket. Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kudus Bellinda Sabrina Putri Birton saat memantau pelaksanaan uji coba MBG model prasmanan di salah satu sekolah dasar (SD) negara di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

KUDUS – Mayoritas siswa SD di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang menjadi sasaran uji coba, menyukai metode program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan model prasmanan karena makanan disajikan lebih segar dan siswa dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan.

"Melalui model prasmanan, penyajian makanan tentu lebih cepat dan makanan masih hangat dibandingkan dengan metode sebelumnya, yakni makanan dikemas terlebih dahulu sebelum didistribusikan ke sekolah," kata Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus Bellinda Sabrina Putri Birton di Kudus, Kamis (29/10).

Menurut dia, penyajian menggunakan kemasan membutuhkan waktu tambahan untuk proses pengemasan sehingga makanan berpotensi menjadi lebih dingin saat dikonsumsi siswa.

Selain itu, model prasmanan dinilai dapat mengurangi sisa makanan karena siswa bisa mengambil makanan sesuai kebutuhan, termasuk memilih lauk yang disukai.

"Jika tidak menyukai makanan tertentu atau memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu, siswa tidak perlu mengambilnya dan bisa memilih makanan lain yang tersedia," ujarnya.

Ia menilai, metode prasmanan juga berpotensi meningkatkan efektivitas penyajian makanan karena makanan dapat langsung dikonsumsi setelah disajikan. Dengan demikian, makanan tetap segar dan potensi makanan terbuang dapat ditekan.

Bellinda mengatakan, uji coba MBG dengan model prasmanan tersebut merupakan inisiatif pemerintah pusat yang dilaksanakan di dua SD negeri di Kabupaten Kudus, masing-masing di Kecamatan Kaliwungu dan Mejobo.

Uji coba berlangsung selama dua pekan dengan sasaran siswa kelas V dan VI.

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan MBG dengan metode prasmanan di kedua sekolah tersebut berjalan dengan baik. Para siswa maupun guru memberikan respons positif terhadap metode penyajian tersebut.

"Akan tetapi, tetap diperlukan adaptasi dan sosialisasi lebih lanjut. Di lapangan, dibutuhkan perwakilan dari dapur penyedia MBG untuk datang ke sekolah dan mendampingi anak-anak saat mengambil makanan," ujarnya.

Sementara itu, petugas yang melayani siswa saat mengambil makanan berasal dari pihak sekolah.

Bellinda mengatakan, penerapan metode prasmanan bagi siswa kelas rendah juga perlu dikaji lebih lanjut, terutama untuk siswa kelas I dan II SD yang masih membutuhkan pendampingan lebih intensif.

"Nantinya perlu dikaji kembali atau dilakukan audiensi dengan pemerintah pusat terkait penerapan MBG prasmanan, khususnya untuk siswa kelas I dan II SD. Model prasmanan kemungkinan lebih sesuai untuk siswa kelas V SD hingga SMA, sedangkan siswa kelas I hingga IV SD masih menggunakan metode tepak," ujarnya.

Meski demikian, keputusan mengenai penerapan metode prasmanan secara lebih luas masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

"Jika nantinya ada keputusan untuk memberlakukan metode prasmanan, Insya Allah Kabupaten Kudus siap melaksanakannya," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Wali Kota Bandung Ajak Pemuda Peduli Masyarakat

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Ajak Pemu...
Daerah
Kekeringan Makin Meluas, BP...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.