Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Jangan Buru-Buru Menyerah! Begini Cara Memperbaiki Persahabatan yang Mulai Retak

29 Kamis, 29 Okt 2026, 12:52 WIB | Oleh:
Jangan Buru-Buru Menyerah! Begini Cara Memperbaiki Persahabatan yang Mulai Retak Jangan Buru-Buru Menyerah! Begini Cara Memperbaiki Persahabatan yang Mulai Retak Doc: Antara foto/Pixabay
Ket. Ilustrasi - Persahabatan.

JAKARTA - Konselor kesehatan mental sekaligus psikoterapis Daryl Appleton menuturkan bahwa kebanyakan persahabatan terbangun karena adanya rutinitas bersama.

"Ketika rutinitas berakhir, kita jadi tahu seberapa besar persahabatan itu bergantung pada lingkungan sekitar, dan seberapa besar yang memang murni didasari oleh hubungan antar-individu," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran Real Simple pada Selasa (27/10).

Terapis Cheryl Groskopf juga menyampaikan bahwa persahabatan berkembang berkat konsistensi, kedekatan, dan pengalaman bersama.

"Jadi, saat kita tidak lagi sering bertemu, kita kehilangan kesempatan alami untuk menjalin koneksi yang sebelumnya menjaga persahabatan itu tetap hidup," katanya.

Persahabatan dapat retak akibat masalah-masalah kecil yang menumpuk seiring waktu.

Persahabatan juga bisa menjadi renggang atau berakhir secara alami ketika jalan hidup membawa masing-masing individu ke arah yang berbeda.

Namun, hubungan persahabatan yang telah retak atau terputus masih berpeluang untuk dipulihkan.

Upaya untuk menjalin kembali persahabatan yang merenggang atau terputus bisa diawali dengan membuka komunikasi tanpa perlu mengungkit luka lama atau membahas kembali perselisihan yang pernah terjadi.

"Satu kalimat jujur tentang alasan Anda memikirkan mereka jauh lebih berarti daripada satu paragraf permintaan maaf," kata Appleton.

Groskopf menyampaikan bahwa Anda tidak perlu menyampaikan permintaan maaf panjang, penjelasan rumit, atau alasan sempurna untuk menjalin kembali hubungan.

Komunikasi dengan teman lama, menurut Appleton, bisa dimulai dengan menanyakan hal ringan atau mengingat kembali kenangan bersama yang menyenangkan.

Groskopf sependapat. Menurut dia, lebih baik mengawali komunikasi dengan menyampaikan pesan spesifik dan personal secara tulus, misalnya menyebutkan kenangan favorit atau lelucon khas yang hanya dipahami oleh yang bersangkutan.

Appleton menyampaikan bahwa pihak yang lebih dulu menjauh atau tidak berkabar lebih baik mengaku secara terus terang tanpa perlu mendramatisasi.

Dengan bertanggung jawab atas tindakan sendiri, Anda tidak perlu lagi terjebak dalam pertanyaan tentang siapa yang seharusnya menghubungi atau meminta maaf lebih dulu.​​​​​​​

Appleton juga mengemukakan pentingnya menghindari larut dalam emosi negatif.

"Alih-alih berfokus pada betapa buruknya perasaan Anda karena kehilangan kontak, fokus pada fakta bahwa Anda memikirkan mereka," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Wali Kota Bandung Ajak Pemuda Peduli Masyarakat

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Ajak Pemu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.