Harbolnas 2026 Segera Tiba, Ini 5 Strategi agar Brand Tetap Untung
Kamis, 29 Okt 2026, 19:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh4. Seimbangkan Marketplace dan Toko Online Milik Sendiri
Fynd menilai marketplace dan toko online milik sendiri sebaiknya diposisikan sebagai kanal yang saling melengkapi. Marketplace berperan penting dalam membantu produk ditemukan calon pembeli baru, sedangkan kanal milik brand memberikan ruang lebih besar untuk membangun hubungan pelanggan dan mengembangkan program loyalitas.
Dalam materi yang sama, Fynd menyebut lebih dari 85 persen transaksi e-commerce Indonesia diproses melalui grup marketplace besar. Angka tersebut menggambarkan pentingnya platform pihak ketiga dalam menjangkau konsumen, meskipun ketergantungan penuh pada marketplace juga membuat brand rentan terhadap perubahan biaya dan kebijakan.
Setelah penyesuaian biaya platform pada Mei 2026, sejumlah brand lokal, seperti True to Skin, Raecca, Noera Beauty Care, Iumi, dan Watch Story, disebut mulai mengalihkan fokus ke website masing-masing. Langkah diversifikasi kanal dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan sekaligus mengembangkan strategi penjualan yang lebih sesuai dengan karakter pelanggan.
Fynd juga mencontohkan Sociolla sebagai brand yang mengembangkan ekosistem pelanggan melalui aplikasi SOCO dan jaringan toko fisik. Sociolla tercatat memiliki 7,6 juta anggota, 3,5 juta ulasan di SOCO, serta lebih dari 125 toko di lebih dari 55 kota.
5. Maksimalkan 45 Hari Setelah Kampanye 12.12
Menurut Fynd, strategi Harbolnas tidak seharusnya berhenti ketika kampanye 12.12 berakhir. Periode 45 hari setelahnya menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi apakah lonjakan transaksi menghasilkan pelanggan jangka panjang atau hanya memindahkan permintaan dari bulan-bulan berikutnya.
Pada periode tersebut, brand disarankan membedakan pelanggan baru yang berpotensi melakukan pembelian berulang dari konsumen yang hanya berbelanja ketika diskon besar tersedia. Pendekatan komunikasi dan penawaran dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing kelompok sebelum perusahaan menawarkan produk dengan harga normal.
Pengelolaan retur, layanan pelanggan, dan penawaran lanjutan juga perlu dilakukan secara terintegrasi. Langkah ini membantu perusahaan menangani dampak operasional setelah puncak transaksi sekaligus menjaga pengalaman pelanggan.
Dengan perencanaan yang tepat, periode setelah kampanye dapat dimanfaatkan untuk memperkuat loyalitas dan mendorong pembelian berulang. Hasilnya, Harbolnas tidak hanya menjadi ajang meningkatkan penjualan jangka pendek, tetapi juga sarana membangun fondasi bisnis yang lebih sehat.
Chief Business Officer Global Fynd, Ronak Modi, menilai keberhasilan Harbolnas tidak hanya ditentukan oleh tingginya permintaan konsumen. Kesiapan operasional dalam mengelola stok, pengiriman, dan hubungan pelanggan menjadi faktor penting untuk memastikan lonjakan transaksi menghasilkan nilai bisnis yang berkelanjutan.
"Harbolnas selalu dipandang sebagai persoalan isu permintaan, padahal bagi brand momen ini sebenarnya berkaitan erat dengan operasional mereka. Promo bisa mendatangkan volume, tetapi yang menentukan apakah volume tersebut menjadi nilai jangka panjang adalah bagaimana brand mengelola stok, pengiriman, dan hubungan dengan pelanggan," ujar Ronak.
Untuk membantu brand menghadapi tantangan tersebut, Fynd menghadirkan platform perdagangan omnichannel berbasis AI yang mengintegrasikan pengelolaan inventaris secara real-time, data pelanggan, dan pemrosesan pesanan dari berbagai kanal. Sistem ini dirancang untuk membantu perusahaan mengurangi risiko kehabisan stok, menjaga keuntungan, serta mengembangkan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Sejak memasuki pasar Indonesia pada Maret 2026, platform Fynd telah digunakan oleh jaringan ritel global seperti Reliance Retail dan menjadi studi kasus di Harvard Business School. Melalui pendekatan operasional yang terintegrasi, perusahaan tersebut mendorong pelaku bisnis memanfaatkan momentum Harbolnas untuk membangun pertumbuhan yang tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga pada keuntungan dan loyalitas pelanggan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!