Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Film 'Desember Jani' Bikin Penasaran Penonton Jepang, Tayang di Tokyo International Film Festival 2026

29 Kamis, 29 Okt 2026, 19:37 WIB | Oleh:

"Saya juga anak terakhir. Saya sudah biasa menjadi pengamat di rumah, karena anak bungsu sering dianggap tidak terlalu banyak tahu. Makanya saya ambil sudut pandang itu," ungkap sang sutradara.

Proses reading berjalan selama sebulan. Ariani pun memasukkan karakter dari para aktris ke dalam tokoh yang mereka perankan. Metode ini, seperti pernah diungkapkan aktris Sigi Wimala, membuat mereka lebih mudah menyelami karakter. Sebagai contoh, gestur Sigi yang sering terlihat saat latihan akhirnya "dipinjam" untuk menjadi bagian dari tokoh Winnie.

"Tapi tugas saya sebagai sutradara pasti adalah bagaimana caranya saya bisa menyatukan itu tetap menjadi karakter yang saya bayangkan," kata dia.

Akting para pemeran yang natural, termasuk Chempa Puteri si pemeran Jani, tak lepas dari latihan yang berlangsung panjang. Ariani meminta para aktor untuk benar-benar menguasai karakter, bukan sekadar menghapal dialog, tapi juga gerak-gerik dan penguasaan ruang yang menghadirkan realisme.

"Kayak bagaimana seorang ibu berjongkok, bagaimana dia merebahkan badannya ketika dia lelah. Di film ini banyak yang seperti itu. Hal-hal kecil seperti itu yang menurut saya menambah layer-layer emosi ya," kata Ariani.

Hiatus 15 tahun

"Desember Jani" adalah film pertama Ariani setelah hiatus 15 tahun. Ia yang memulai karirnya sejak tahun 2000-an, melahirkan sejumlah film pendek, termasuk "Sugiharti Halim" (2008) dan "Jus Nanas Kue Lapis" yang sudah ditayangkan di Eropa, Amerika Utara, Australia, dan Asia.

Pengalaman baru sebagai ibu membuat ia melihat lagi hubungan antara anak dan orang tua dan akhirnya lahir dalam karya film panjang pertamanya.

Setelah berkeluarga, ia mengaku bisa lebih sabar dan memperhatikan detail.

"Dan di film ini sangat kelihatan dua hal tersebut ya, tentang pace dan juga tentang detail-detail tersebut. Dan saya merasa kalau kita mau bikin film, apalagi di film ini realis, lebih ke arah realis ya, kita harus bisa serealis mungkin," kata pendiri toko buku Kineruku di Bandung itu.

Rasa was-was kembali membuat film, apalagi kali ini film panjang, tentu ia rasakan.

"Kalau dibilang deg-degan, pasti ada ya. Namanya juga film panjang pertama, siapa yang nggak deg-degan kan, tapi yaudah jalanin saja."

Proses yang dijalani secara bertahap, juga diskusi mendalam dengan sinematografer Teoh Gay Hian ("Kucumbu Tubuh Indahku", "Yuni", "Opera Jawa"), membuat Ariani lebih siap untuk mewujudkan film panjang perdananya.

Hasilnya? Sebuah kisah slice of life yang hangat dan manis, sama seperti ronde yang dimasak keluarga Jani untuk merayakan Hari Ronde atau Festival Dongzhi yang bertepatan dengan Hari Ibu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.