Jakarta Tancap Gas Jadi Hub Film Asia Tenggara, BI-DKI Teken Pakta 3 Jurus dan Gandeng Netflix
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA- Kolaborasi Jakarta Film Week (JFS) x Jakarta Economic Forum (JEF) 2026 menghasilkan langkah konkret. Tidak lagi wacana, Jakarta resmi mengunci tiga jurus penguatan industri film sekaligus menggandeng raksasa streaming Netflix untuk produksi film di Ibu Kota.
Kesepakatan itu tertuang dalam Joint Communiqué yang ditandatangani Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, dan seluruh peserta JEF Policy Lab pada Closing Ceremony di Hotel Park Hyatt Jakarta, Rabu (21/10).
Isinya tiga prioritas, pertama, perluas akses pembiayaan film berbasis nilai ekonomi kekayaan intelektual (IP). Kedua, pangkas dan permudah perizinan produksi agar Jakarta kompetitif sebagai lokasi syuting. Ketiga, bangun ekosistem dan basis data industri film yang solid sebagai landasan investasi.
Langkah ini menjawab masalah klasik industri film nasional yang selama ini kesulitan pembiayaan. Pada hari kedua JFS x JEF 2026, regulator, perbankan, lembaga penjaminan, investor, dan pelaku industri duduk bersama membahas instrumen pembiayaan, ekuitas, dan penjaminan yang sesuai dengan karakter industri film yang high risk high return, termasuk mitigasi risiko dan pemanfaatan data industri untuk penilaian komersial.
Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan urgensi pembiayaan film karena multiplier effect-nya besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Industri film menciptakan peluang ekonomi yang jauh lebih luas dari sekadar hiburan. Dampak ekonominya mampu menjangkau sektor transportasi, perhotelan, makanan dan minuman, pariwisata, teknologi digital, hingga UMKM lokal," kata Iwan.
Menurutnya, beberapa film nasional yang sukses sudah membuktikan mampu menghasilkan pendapatan tinggi, melibatkan banyak kreator lokal, dan menciptakan nilai tambah ekonomi signifikan serta lapangan kerja bagi talenta nasional.
Sebagai bukti komitmen, di forum yang sama juga diumumkan pemenang Lomba Karya Tulis dan Lomba Artikel JEF 2026 serta penandatanganan kerja sama strategis antara Pemprov DKI Jakarta dengan Netflix untuk rencana produksi beberapa film di Jakarta. Kerja sama ini ditargetkan mendongkrak ekonomi kreatif dan pariwisata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Modal kuat
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, optimistis Jakarta punya modal kuat menjadi pusat industri film Asia Tenggara. Dengan penduduk 11 juta jiwa dan bonus demografi 71,26 persen usia produktif, Jakarta adalah gudang talenta kreatif.
"Jakarta memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang menjadi pusat industri film di kawasan Asia Tenggara," ujar Rano.
Kemitraan dengan industri global seperti Netflix diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM, dan penciptaan peluang kerja baru bagi generasi muda.
Ke depan, Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta memastikan akan terus bersinergi dengan Pemprov DKI, industri keuangan, komunitas kreatif, investor, dan mitra internasional untuk menjadikan industri kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru, termasuk melalui inisiatif Jakarta Youth Film Festival (JYFF) guna memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!