Kementerian PU Mulai Pemulihan Permanen Dampak Bencana di Wilayah Sungai Aceh.
Kamis, 29 Okt 2026, 11:53 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I mulai melakukan pemulihan secara permanen dampak bencana di wilayah sungai Aceh, dengan berfokus terhadap perbaikan pada tiga komponen utama dari hulu ke hilir.
"Penanganan permanen sudah mulai pada Oktober 2026, dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Desember 2028," kata Kepala BWS Sumatera I, Asyari dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Rabu.
Asyari mengatakan, tiga komponen utama dalam program penanganan permanen di wilayah sungai Aceh tersebut mencakup, pembangunan 42 sabo dam di bagian hulu untuk mengendalikan material sedimen dan aliran debris, mengurangi material yang terbawa menuju bagian hilir, serta membantu menjaga kapasitas dan fungsi alur sungai.
Kemudian, kata Asyari, pembangunan tanggul pengamanan atau pengendalian banjir pada segmen sungai yang melintasi kawasan rawan banjir.
Infrastruktur ini, untuk mengendalikan limpasan sungai dan melindungi kawasan permukiman, infrastruktur, fasilitas umum, serta lahan masyarakat dari potensi luapan banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketiga, lanjut dia, pengerukan dan penataan muara sungai di bagian hilir untuk mengurangi pendangkalan dan hambatan aliran.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta kelancaran aliran air menuju laut, sehingga aliran banjir dari hulu dapat terdistribusi dengan lebih baik dan potensi genangan akibat hambatan di muara dapat dikurangi.
Ketiga komponen tersebut saling mendukung dan menjadi bagian dari satu kesatuan penanganan sungai.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pengendalian sedimen di hulu, pengamanan alur sungai melalui pembangunan tanggul, serta pengerukan dan penataan muara perlu dilaksanakan secara terintegrasi agar fungsi sungai dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Asyari berharap, pelaksanaan penanganan permanen ini dapat meningkatkan kapasitas sistem sungai dalam mengalirkan debit banjir, mengurangi risiko luapan, serta memperkuat perlindungan bagi masyarakat dan kawasan di sepanjang sungai.
Melalui penanganan yang terencana dan berkelanjutan, upaya pengendalian banjir juga diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan dampak saat kejadian, tetapi juga pada pengurangan risiko banjir dalam jangka panjang.
"Dengan demikian, keselamatan masyarakat, keberlangsungan aktivitas ekonomi, dan perlindungan infrastruktur di wilayah terdampak dapat semakin ditingkatkan," demikian Asyari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!