Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pasukan WhatsApp 11 Juta Orang Menjadi Senjata Digital di Balik Kemenangan Lula di Pemilu Brasil

28 Rabu, 28 Okt 2026, 10:06 WIB | Oleh:

Chagas menyebut pendekatan tersebut sebagai “gamifikasi elektoral”, yakni strategi yang mengemas partisipasi politik menyerupai permainan dengan target-target bersama yang harus diselesaikan para pendukung.

Andre Pagliarini, asisten profesor sejarah dan studi internasional di Louisiana State University sekaligus penulis buku tentang Lula, menilai daya tarik strategi itu terletak pada kemampuannya memberi pekerjaan konkret kepada orang-orang yang ingin membantu kampanye.

Menurut Pagliarini, kanal tersebut berkembang pesat karena menjawab keinginan para pendukung Lula untuk melakukan sesuatu yang nyata guna mengalahkan Flavio Bolsonaro.

Kampanye Lula mengubah cara berkomunikasi

Namun, mobilisasi melalui WhatsApp bukan satu-satunya faktor yang mewarnai perjalanan Lula menuju kemenangan. Kampanyenya juga mengubah cara menyampaikan kisah hidup sang presiden kepada para pemilih.

Pagliarini menilai salah satu kelemahan kampanye pada putaran pertama adalah penyajian perjalanan hidup Lula sebagai sejarah besar yang patut dikagumi, tetapi terasa jauh dari kehidupan masyarakat yang hendak diwakilinya.

Pada putaran kedua, pengalaman pribadi Lula kembali diangkat dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan pekerja.

Salah satu contohnya muncul setelah Flavio Bolsonaro mengejek Lula karena hanya memiliki sembilan jari dalam debat televisi terakhir. Lula kehilangan satu jarinya pada usia 17 tahun ketika bekerja pada sif malam di sebuah pabrik.

Lula kemudian menghubungkan pengalaman tersebut dengan persoalan pekerja yang mengalami cedera akibat kelalaian pemberi kerja.

Pagliarini menilai kisah itu menjadi cara untuk menegaskan bahwa Lula memahami dunia kerja bukan sekadar melalui pembicaraan politik, melainkan dari pengalaman hidupnya sendiri.

Janones kemudian memperluas pesan tersebut melalui media sosial dengan menyebarkan tagar #SomosTodos9Dedos, yang berarti “Kita Semua Memiliki Sembilan Jari”.

Para pendukung ikut menyebarkan slogan tersebut. Sebagian bahkan mengunggah foto jari mereka yang diamputasi sebagai bentuk solidaritas.

Janones juga mendorong kampanye Lula menggunakan video yang lebih sederhana dan tidak terlalu dipoles. Ia ingin menampilkan sisi Lula yang lebih mudah dijangkau masyarakat, seperti ketika minum kopi, mengunjungi rumah warga, atau berbincang dengan warga Brasil biasa.

Pada periode yang sama, tim kampanye mulai lebih sering mengunggah video informal dengan gaya swafoto.

Pagliarini menilai komunikasi politik Lula menjadi lebih terbuka dan tidak terlalu berjarak dibandingkan sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Pertemuan bilateral Menlu I...

PLTA Siguragura di Kabupaten Toba

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
PLTA Siguragura di Kabupate...
Megapolitan
Antrean penumpang Transjaka...
Megapolitan
Lippo Village Tangerang Dig...
Nasional
Kemnaker Verifikasi Mitra M...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Lippo Village Tangerang Digeruduk Warga Menuntut Transparansi

Lippo Village Tangerang Digeruduk Warga Menuntut Transparansi

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.