Pasukan WhatsApp 11 Juta Orang Menjadi Senjata Digital di Balik Kemenangan Lula di Pemilu Brasil
Rabu, 28 Okt 2026, 10:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SAO PAULO – Di tengah persaingan politik yang semakin bergantung pada media sosial, seorang anggota Kongres Brasil membangun pasukan digital beranggotakan hampir 11 juta pelanggan WhatsApp untuk membantu Luiz Inacio Lula da Silva mempertahankan kursi kepresidenan.
Andre Janones, politikus berusia 42 tahun, menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian setelah Lula merayakan kemenangan dalam pemilihan presiden Brasil pada 25 Oktober 2026. Lula bahkan menyebut Janones sebagai “jenderal kita” ketika berpidato di hadapan ribuan pendukungnya di Jalan Paulista, Sao Paulo.
Lula secara terbuka mengapresiasi peran Janones dalam menggerakkan pendukung selama masa kampanye. Menurut Lula, anggota Kongres tersebut berperan penting menjaga semangat tim kampanye setiap hari, dari pagi hingga malam.
Sebagaimana dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (27/10), Janones mengandalkan saluran WhatsApp bernama Exército do Lula, yang berarti Tentara Lula. Kanal tersebut menjadi sarana untuk mengorganisasi pendukung, menyebarkan pesan kampanye, serta mengajak mereka terlibat langsung dalam aktivitas politik.
Perkembangannya berlangsung cepat. Setelah putaran pertama pemungutan suara, kanal itu hanya memiliki sekitar 60.000 pengikut. Namun, menjelang hari pemilihan, jumlah pelanggannya melonjak hingga hampir 11 juta.
Pertumbuhan tersebut terjadi ketika Lula menghadapi persaingan ketat dengan Flavio Bolsonaro, kandidat dari sayap kanan. Setelah putaran pertama, kampanye Lula dinilai kesulitan mengimbangi kekuatan komunikasi politik lawannya di media sosial.
Janones kemudian mengajak para pendukung Lula mengubah strategi. Melalui video yang diunggah secara daring, ia menyerukan keyakinannya bahwa Lula akan kembali memimpin Brasil. Ajakan itu sekaligus menjadi pintu masuk untuk membangun jaringan pendukung yang lebih terorganisasi.
Mengubah pendukung menjadi pasukan digital
Janones bukan pendatang baru dalam politik digital Brasil. Ia merupakan pengacara yang tumbuh dalam keluarga kelas pekerja di negara bagian Minas Gerais. Namanya mulai dikenal melalui aktivitas media sosial selama aksi mogok pengemudi truk pada 2018, tahun ketika ia terpilih menjadi anggota Kongres.
Pada pemilihan presiden 2022, Janones mengundurkan diri dari pencalonannya sendiri untuk mendukung Lula. Ia kemudian ikut membantu mengoordinasikan operasi digital dalam kampanye putaran kedua melawan Jair Bolsonaro.
Viktor Chagas, profesor Universitas Federal Fluminense yang meneliti politik digital dan kampanye daring, menilai pendekatan Janones memiliki kemiripan dengan sejumlah taktik komunikasi yang digunakan gerakan Bolsonarisme, meskipun Janones bergerak di kubu kiri.
Janones menyebut pendekatannya sebagai “Janonisme budaya”. Strategi itu mengandalkan pesan-pesan mendesak, meme, ajakan bertindak, dan kampanye negatif yang dalam sejumlah kasus menggunakan konten dengan asal-usul yang dipertanyakan, menurut penjelasan Chagas.
Akan tetapi, skala mobilisasi melalui Tentara Lula pada 2026 dinilai belum pernah terjadi sebelumnya.
Janones meminta para pendukung mendaftarkan diri sebagai “tentara” dengan mengirimkan emoji hormat, kemudian bergabung dengan kanal WhatsApp miliknya. Setelah bergabung, mereka menerima berbagai “misi” yang harus dijalankan.
Tugas tersebut dibuat sederhana agar mudah dilakukan. Pendukung, misalnya, diminta merekrut tiga teman, membagikan video kampanye, atau ikut mempromosikan tagar tertentu.
Pesan-pesan Janones dikirim secara intensif, sering kali menggunakan huruf kapital untuk menekankan urgensi. Meskipun pelanggan kanal tidak dapat membalas pesan secara langsung, mereka tetap bisa meneruskan konten atau memberikan reaksi emoji. Beberapa pesan bahkan mendapatkan puluhan ribu reaksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!