BULOG Siap Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Serap Surplus untuk Jaga Petani dan Peternak
Selasa, 27 Okt 2026, 19:22 WIB | Oleh: Tim RedaksiDirektur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan BULOG siap menjalankan penugasan sebagai penyangga pasokan jagung nasional.
"BULOG siap menjalankan peran sebagai penyangga pasokan jagung nasional sesuai penugasan pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa ketika petani menghasilkan produksi yang melimpah, ada mekanisme penyerapan yang memberikan kepastian pasar. Pada saat yang sama, ketika peternak membutuhkan jagung, BULOG dapat hadir menyediakan pasokan melalui skema stabilisasi yang tepat sasaran," kata Rizal.
Menurutnya, peran BULOG tidak berhenti di penyerapan, tapi juga pengelolaan cadangan untuk keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
"Yang ingin kita bangun adalah sistem yang saling menguatkan. Jagung hasil produksi petani dalam negeri diserap dan dikelola dengan baik, kemudian dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan peternak melalui SPHP sesuai ketentuan pemerintah," ujarnya.
Hilirisasi hingga Telur dan MBG
Penguatan ekosistem jagung juga diarahkan hingga hilirisasi. Produksi telur dari peternak mikro dan kecil diharapkan terserap melalui pasar reguler, pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta industri pengolahan telur.
Dalam rancangan yang dibahas, sekitar 1,9 juta ton telur diproyeksikan terserap pasar reguler, termasuk untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, industri pengolahan telur menjadi telur cair dan tepung telur didorong untuk perluas pasar domestik dan ekspor.
BULOG akan memperkuat koordinasi dengan Kementan, koperasi peternak, kelompok tani, dan stakeholder terkait untuk mematangkan mekanisme serap surplus, pengelolaan cadangan lewat pergudangan, serta distribusi di lapangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!