Rupiah Hari Ini Melemah, Pasar Mulai Cemas soal Fiskal
Senin, 26 Okt 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim PenulisKenaikan setiap 0,1 persen yield SBN dapat memperlebar defisit sebesar Rp1,9 triliun, sedangkan depresiasi rupiah setiap Rp100 per dolar AS bisa menambah defisit Rp800 miliar.
Apa yang menjadi masalah, menurut dia, yaitu gejolak pada yield SBN dan rupiah dibarengi dengan kenaikan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) yang memiliki sensitivitas terbesar kepada defisit APBN. Setiap kenaikan 1 dolar AS per barel dinyatakan dapat memperlebar defisit hingga Rp6,8 triliun.
“Asumsi ICP sampai dengan akhir September 2026 sudah meleset jauh dari target APBN 70 dolar AS per barel ke 91,9 dolar AS per barel,” kata dia pula.
“Biaya impor energi bisa membuat kantong negara semakin kering, hal ini terbukti dari belanja subsidi dan kompensasi sampai 30 September 2026 yang telah mencapai Rp376,8 triliun atau naik 54,1 persen (year on year/YoY),” ujarnya.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.116 per dolar AS, dari sebelumnya Rp18.069 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!