Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah, MSCI Bikin Pasar Gelisah

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah, MSCI Bikin Pasar Gelisah Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pergerakan kurs rupiah masih dibayangi ketidakpastian rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait evaluasi pasar modal Indonesia.

Ketidakjelasan arah kebijakan tersebut berpotensi menekan kepercayaan investor asing dan mendorong sikap hati-hati di pasar keuangan domestik.

Jika risiko arus keluar modal meningkat, tekanan terhadap rupiah dapat berlanjut, terutama ketika sentimen eksternal juga belum kondusif.

Karena itu, kepastian reformasi pasar modal dan transparansi tata kelola menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus meredam volatilitas nilai tukar.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (21/10), bergerak melemah 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp18.022 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.992 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa mengatakan pergerakan rupiah masih dibayangi ketidakpastian terkait rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia yang berpotensi memicu arus keluar modal asing.

"Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat menambah tekanan terhadap rupiah di tengah upaya menjaga stabilitas pasar keuangan," ucapnya di Jakarta.

Selain itu, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00 persen, serta mempertahankan Lending Facility di 6,50 persen dinilai sebagai upaya mengoptimalkan instrumen lain untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar.

BI juga memperkuat insentif untuk instrumen lindung nilai Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna mendorong aliran modal asing dan menjaga stabilitas rupiah.

Sementara itu, dari sisi global, DXY berada di kisaran 101,79 pada 21 Oktober 2026, relatif stabil setelah melemah pada perdagangan sebelumnya.

"Penurunan imbal hasil obligasi AS berpotensi mendukung rupiah, tetapi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga minyak masih menjadi risiko yang dapat mendorong permintaan terhadap dolar AS," ungkap Amru.

Ke depan, pergerakan rupiah disebut akan dipengaruhi oleh efektivitas kebijakan stabilisasi BI, perkembangan DXY, serta respons investor terhadap ketidakpastian di pasar keuangan domestik.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp17.986 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.006 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.