The Terminal List Season 2: Chris Pratt Kembali Mengamuk, Dendam Pribadi Menyeretnya ke Perang Spionase Lintas Negara
Minggu, 25 Okt 2026, 15:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLebih besar, lebih brutal, tetapi juga lebih rumit
Keputusan memperluas cerita menjadi thriller spionase internasional membuat musim kedua terasa berbeda dari pendahulunya. Jika musim pertama bergerak seperti kisah balas dendam yang lurus dan personal, musim kedua lebih menyerupai permainan catur berdarah dengan banyak pemain.
Perubahan ini menjadi keunggulan sekaligus kelemahan. Di satu sisi, dunia Reece terasa lebih hidup dan konflik yang dihadapinya memiliki konsekuensi lebih luas. Di sisi lain, padatnya informasi geopolitik terkadang mengurangi kesederhanaan emosional yang membuat musim pertama begitu mudah diikuti.
Ada pula persoalan mendasar yang tetap membayangi serial ini: seberapa jauh seseorang dapat membenarkan kekerasan atas nama keadilan? Reece digambarkan sebagai prajurit yang memiliki kode moral, tetapi tindakannya membuat batas antara pahlawan dan pembunuh semakin kabur.
Serial ini tidak sepenuhnya menyelesaikan pertanyaan tersebut. Sebaliknya, ia menjadikan dilema itu sebagai bagian dari daya tarik karakternya.
Putusan akhir: James Reece masih menjadi mesin perang yang efektif
The Terminal List Season 2 merupakan kelanjutan yang lebih ambisius. Chris Pratt tampil lebih matang sebagai James Reece, sementara aksi berskala internasional dan konspirasi yang melibatkan banyak pihak memberikan energi baru pada serial ini.
Kekurangannya terletak pada cerita yang terkadang terlalu padat dan kebutuhan untuk memahami hubungan antarkarakter dari musim sebelumnya maupun Dark Wolf. Penonton yang mencari thriller sederhana dengan satu musuh utama mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Namun, bagi penggemar Reacher, Jack Ryan, atau thriller militer yang menggabungkan operasi rahasia dengan permainan politik, delapan episode ini menawarkan tontonan yang sulit dilepaskan begitu konflik utamanya mulai bergerak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!