The Terminal List Season 2: Chris Pratt Kembali Mengamuk, Dendam Pribadi Menyeretnya ke Perang Spionase Lintas Negara
Minggu, 25 Okt 2026, 15:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
James Reece seharusnya sudah menyelesaikan semuanya. Daftar nama yang menjadi sasaran pembalasannya telah dituntaskan. Namun, bagi mantan komandan Navy SEAL itu, menghabisi musuh ternyata jauh lebih mudah daripada melarikan diri dari masa lalu.
Di sinilah The Terminal List Season 2 kembali menyalakan mesin perangnya. Serial thriller aksi yang dibintangi Chris Pratt ini tak sekadar mengulang formula balas dendam pada musim pertamanya. Kali ini, Reece harus menghadapi dunia yang lebih luas, musuh yang lebih sulit dikenali, dan konspirasi yang berpotensi mengguncang tatanan internasional.
Delapan episode musim kedua mulai tersedia di Prime Video pada 21 Oktober 2026. Mengadaptasi novel True Believer karya Jack Carr, serial ini membawa Reece keluar dari lingkaran dendam pribadi menuju pertarungan spionase lintas negara yang jauh lebih rumit.
Ketika perang tak membiarkan seorang prajurit mati
Dilansir Jobli, musim kedua dibuka dengan James Reece yang berada dalam kondisi jauh dari kata aman. Setelah rangkaian pembantaian pada musim pertama, ia memilih menjauh dari dunia dan berlayar di tengah laut. Tubuhnya masih dibayangi tumor otak akibat obat eksperimental yang diberikan kepada dirinya dan rekan-rekan satu timnya.
Kondisi itu membuat Reece seolah tinggal menunggu akhir hidupnya. Ia telah kehilangan keluarga, sahabat, dan kepercayaan terhadap sistem yang dahulu ia bela. Tetapi, bahkan ketika seorang prajurit ingin menghilang, perang bisa datang mengetuk pintunya sekali lagi.
Serangan teroris di London menjadi pemicu babak baru. Freddy Strain, yang diperankan Gabriel Luna, membawa tawaran yang sulit diabaikan: Reece bisa memperoleh pengampunan presiden jika bersedia membantu memburu Mohammad Farooq, sosok yang diduga telah beralih ke pihak Al-Qaeda.
Tawaran tersebut menjadi titik balik cerita. Reece yang sebelumnya bergerak berdasarkan dendam kini harus menghadapi misi dengan kepentingan yang jauh lebih besar. Ia bukan lagi sekadar pemburu yang mengejar nama-nama dalam daftar. Ia juga menjadi bagian dari permainan kekuasaan yang tidak seluruh aturannya ia ketahui.
Dari dendam pribadi menuju konspirasi internasional
Jika musim pertama berpusat pada kehancuran keluarga dan pengkhianatan terhadap satu tim militer, musim kedua memperlebar medan pertempuran secara drastis.
Kisahnya bergerak dari kawasan Samudra Hindia menuju Afrika, Timur Tengah, hingga Eropa. Di balik operasi yang tampak terpisah, perlahan muncul hubungan antara kelompok teroris, kepentingan intelijen, jaringan persenjataan, dan konflik geopolitik.
Konspirasi yang terbentuk bahkan menghubungkan Moskow dengan Langley, markas CIA di Virginia, Amerika Serikat. Lebih mengejutkan lagi, rangkaian kejadian tersebut turut menyentuh sejarah keluarga Reece sendiri.
Di titik inilah serial tersebut menemukan daya tarik barunya. Musuh tidak selalu berdiri di seberang garis bidik. Ada pihak-pihak yang beroperasi di balik meja, memainkan informasi, mengatur aliansi, dan menjadikan manusia sebagai pion.
Reece boleh jadi sangat terlatih menghadapi ancaman bersenjata. Namun, menghadapi permainan intelijen yang melibatkan banyak kepentingan merupakan persoalan berbeda. Satu keputusan yang salah dapat mengubah sekutu menjadi musuh dan misi penyelamatan menjadi jebakan mematikan.
Chris Pratt memperlihatkan sisi James Reece yang lebih gelap
Chris Pratt kembali menjadi pusat gravitasi serial ini. Penonton yang mengenalnya sebagai sosok jenaka dalam Guardians of the Galaxy akan menemukan karakter yang nyaris berlawanan: dingin, tertutup, penuh luka, dan terbiasa menyelesaikan masalah dengan kekuatan mematikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!