Penderita Epilepsi Disebut Miliki Risiko Demensia Dini hingga Enam Kali Lipat, Peneliti Ingatkan Hal yang Perlu Diwaspadai
Minggu, 25 Okt 2026, 15:43 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKejang bisa menjadi tanda awal, bukan penyebab
Rebecca Spiegel, ahli neurologi sekaligus kepala bagian EEG dan epilepsi di Stony Brook Medicine, mengingatkan agar hasil penelitian tidak ditafsirkan secara berlebihan.
Menurutnya, kejang yang baru muncul pada sebagian pasien dapat menjadi manifestasi awal proses neurodegeneratif, bukan selalu menjadi penyebab demensia.
Ia juga menyoroti bahwa penderita epilepsi dapat mengalami gangguan kognitif yang tidak serta-merta berarti demensia. Kesulitan tersebut mungkin berkaitan dengan kondisi lain, termasuk depresi dan kecemasan, yang juga ditemukan pada populasi penderita epilepsi.
Karena itu, penurunan daya ingat atau kemampuan berpikir pada penderita epilepsi perlu dinilai secara menyeluruh oleh tenaga medis. Tidak semua keluhan kognitif menunjukkan penyakit demensia.
Penelitian masih memiliki keterbatasan
Para peneliti mengakui bahwa basis data yang digunakan belum menyediakan informasi terperinci mengenai jenis dan penyebab spesifik demensia maupun variasi epilepsi yang dialami para peserta.
Selain itu, data berasal dari Prancis dan Swedia, dua negara berpenghasilan tinggi dengan sistem layanan kesehatan yang relatif luas. Hasil penelitian belum tentu dapat diterapkan dengan cara yang sama pada seluruh populasi, termasuk di negara dengan sistem kesehatan berbeda.
Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui mengapa epilepsi dan demensia onset dini berkaitan, serta apakah penanganan faktor risiko tertentu dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penurunan kognitif.
Spiegel menekankan bahwa sebagian besar pasien epilepsi dalam penelitian tersebut tidak mengalami demensia onset dini. Meski demikian, temuan ini menjadi alasan untuk memberi perhatian lebih besar terhadap pemeriksaan fungsi kognitif pada pasien epilepsi.
Pada akhirnya, penelitian ini tidak berarti epilepsi merupakan vonis demensia. Namun, kaitan yang ditemukan memberikan pesan penting bagi dunia medis: perubahan kemampuan berpikir dan mengingat pada penderita epilepsi sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika gejalanya menetap atau semakin memburuk.
Mengenali perubahan sejak dini dan melakukan pemeriksaan medis yang tepat dapat membantu pasien memperoleh penilaian serta penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!