Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Transformasi, BTN Perluas Akses Hunian dan Akselerasi Layanan Digital.

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 23:04 WIB | Oleh:

Sementara itu, dari sisi permintaan, BTN menyasar calon debitur potensial. Kelompok tersebut meliputi wiraswasta, merchant BTN, serta nasabah dengan riwayat kredit yang baik.

Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, realisasi plafon KPP BTN mencapai Rp6,16 triliun dengan total penyaluran kepada 9.236 debitur. Angka tersebut terdiri atas Rp4,02 triliun untuk sisi pasokan dan Rp2,14 triliun untuk sisi permintaan.

Melalui skema ini, pembiayaan perumahan tidak hanya menyasar calon pemilik rumah. Pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan dan penyediaan material juga memperoleh akses pembiayaan.

Kualitas Kredit Terjaga

Dalam satu dekade terakhir, BTN menjalankan transformasi secara bertahap. Fokusnya meliputi perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas kredit, pengembangan bisnis, serta digitalisasi operasional.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) konsolidasian berada di level 3,0 persen pada Juni 2026. BTN menjaga kualitas kredit melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan penguatan proses perkreditan.

Ke depan, perseroan akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan risiko kredit.

Perluas Layanan Digital

Di sektor digital, BTN mengembangkan platform digital yang mengintegrasikan layanan keuangan dan kebutuhan gaya hidup nasabah.

Sejak diluncurkan pada Februari 2025, platform tersebut mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna mencapai sekitar 4,3 juta atau meningkat 62,4 persen secara tahunan.

Nilai transaksi juga tumbuh 55,5 persen secara tahunan, dari Rp43 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp67 triliun pada Juni 2026.

Layanan digital tersebut mencakup pembayaran, solusi pembiayaan, serta berbagai kebutuhan gaya hidup. Nasabah juga dapat mengakses layanan perjalanan, tiket, voucher, dan produk terkait properti.

Di sisi operasional, BTN memodernisasi sistem perbankan dan menerapkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta pengenalan karakter optik (optical character recognition/OCR). Perseroan juga mengembangkan sistem layanan cabang agar proses perbankan lebih efisien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.