Perjuangan Ayah agar Anaknya Bisa Mandiri, Menagih Kesempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 13:38 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Tangan yang mulai rapuh seorang lelaki itu setia mendorong kursi roda putrinya, menyusuri lorong demi lorong bursa kerja di sebuah gedung di Jakarta.
Di setiap dorongan, tersimpan ikhtiar seorang ayah yang ingin melihat putri semata wayangnya memiliki masa depan dan kesempatan untuk berdiri di atas kakinya sendiri.
Meski dia tahu, dunia kerja belum selalu menyediakan ruang yang ramah bagi anaknya.
Hari itu, berbekal gelar sarjana Ilmu Komunikasi, pengalaman magang di RRI dan bekerja di bank swasta, anak perempuan itu telah mengirim lebih dari sepuluh lamaran sejak lulus pada 2024.
Namun, pekerjaan yang diharapkan belum juga didapat. Sang ayah tak meminta putrinya diistimewakan. Ia hanya ingin kesempatan terbuka, agar anaknya tak kalah bahkan sebelum sempat menunjukkan kemampuan.
"Kalau bisa untuk difabel, ya, bukan minta dikhususin, gitu kan. Harus ada peluangnyalah, biar enggak kalah sama yang normal," kata seorang ayah bernama Ami.
Suaranya bergetar hingga ia tak kuasa menahan tangis ketika menyampaikan harapan tersebut.
Berangkat dari Tanjung Duren menggunakan TransJakarta, ia berharap putrinya yang merupakan penyandang disabilitas bisa segera mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah pada 2024.
Di tengah ramainya bursa kerja, sang ayah mengaku masih kebingungan mencari perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, terutama yang sesuai dengan latar belakang pendidikan putrinya di bidang komunikasi.
"Tadi saya sudah tanya, sebenarnya khusus untuk difabel itu ada enggak? Katanya bisa semuanya. Cuma kita enggak tahu yang mana," kata dia.
Ami mengatakan, dirinya bersama anaknya, Amelia Zuhalmi (24), sempat mendatangi sejumlah stan perusahaan. Mereka juga mendapat arahan untuk mengikuti konseling atau pelatihan, tetapi belum memperoleh kepastian mengenai lowongan yang sesuai.
Kendala teknis turut menghambat upaya mereka. Saat mencoba melamar ke salah satu perusahaan ritel, proses pendaftaran belum dapat dilanjutkan karena pemindaian kode batang terkendala jaringan internet.
Bagi sang ayah, kedatangan ke bursa kerja tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu putrinya memperoleh penghasilan tetap.
Setelah lulus kuliah, Amelia sempat menjalani magang, tetapi belum mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan bulanan yang pasti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!