Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Libatkan 34 Ribu Peserta, Pemprov Jatim Pasang 'Perisai' untuk Lindungi Anak dari Ancaman Dunia Digital

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 12:39 WIB | Oleh:
Libatkan 34 Ribu Peserta, Pemprov Jatim Pasang 'Perisai' untuk Lindungi Anak dari Ancaman Dunia Digital Doc: Istimewa
Ket. Melalui gerakan ini, Pemprov Jatim berharap ruang digital tidak menjadi tempat yang membahayakan tumbuh kembang anak. Sebaliknya, dunia maya diharapkan menjadi ruang yang aman bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, menambah pengetahuan, dan mempersiapkan masa depan.

SURABAYA – Dunia digital menawarkan ruang luas bagi anak untuk belajar, bermain, dan berkreasi. Namun, di balik kemudahannya, ada risiko penyalahgunaan teknologi yang mengintai. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun mengajak puluhan ribu warga bergerak bersama untuk memastikan anak-anak tetap aman di dunia maya.

Melalui program Perisai Anak, Pemprov Jatim menggelar deklarasi dan edukasi publik serentak bertema Tumbuh Aman di Ruang Digital, Kamis (22/10). Kegiatan ini melibatkan sekitar 34 ribu peserta dari berbagai kalangan di seluruh Jawa Timur.

Pesertanya terdiri atas pelajar, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, organisasi profesi, akademisi, pemuka agama, hingga tokoh masyarakat. Kegiatan dilaksanakan secara daring oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jatim, serta secara luring, daring, dan hibrida oleh 38 Dinas Kominfo kabupaten/kota.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi langkah Jawa Timur yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Menurut Meutya, perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Orang tua, sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat juga harus terlibat untuk membangun kebiasaan digital yang sehat sejak dini.

“Dari Jawa Timur kita perkuat langkah bersama untuk melindungi anak-anak Indonesia. Mari kita wujudkan komitmen ‘Tumbuh Aman di Ruang Digital’ agar setiap anak dapat bermain, belajar, dan meraih masa depannya dengan aman,” ujar Meutya.

Ia menegaskan, pemerintah juga mendorong tanggung jawab platform digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.

Melalui aturan tersebut, platform digital didorong menyediakan layanan yang aman sejak tahap perancangan atau safety by design. Dengan demikian, perlindungan anak tidak hanya bergantung pada kemampuan mereka menghindari ancaman, tetapi juga pada sistem digital yang dirancang untuk meminimalkan risiko.

Deklarasi yang dipimpin Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Dedi Irwansa itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk mencegah sekaligus menangani penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap anak.

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, berharap, deklarasi tersebut tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar perlindungan anak di ruang digital dapat berjalan secara terpadu dan konsisten.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat edukasi dari tiga narasumber yang mewakili Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta UNICEF Indonesia.

Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, Nancy Laura, menyoroti pentingnya peran orang tua, pemerintah, dan masyarakat dalam mencegah risiko digital yang dapat mengancam anak.

Sementara itu, Muhammad Ihsan dari Kementerian PPPA menekankan pentingnya penguatan peran keluarga, masyarakat, pemerintah, dan platform digital. Anak-anak juga perlu dibekali kemampuan menjaga data pribadi, mengenali ancaman, serta berani melaporkan situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

35 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.