Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bikin Kue Kering, Perempuan Yaman Kini Galang Dana Beli Senjata untuk Lawan Kelompok Houthi

📅 Kamis, 22 Okt 2026, 16:17 WIB | Oleh:
Bikin Kue Kering, Perempuan Yaman Kini Galang Dana Beli Senjata untuk Lawan Kelompok Houthi Doc: Istimewa
Ket. Gerakan yang semula berangkat dari dapur dan pengiriman makanan kini menjadi bentuk dukungan langsung terhadap upaya mempertahankan kota mereka di tengah konflik yang kembali berkobar.

TAIZ – Berawal dari membuat kue kering untuk para tentara, sekelompok perempuan di Taiz, Yaman, kini mengambil peran lebih jauh dalam membantu pertahanan kota mereka. Di tengah pengepungan dan meningkatnya serangan kelompok Houthi, para perempuan tersebut beralih menggalang dana untuk membeli senjata dan amunisi bagi pasukan pro-pemerintah.

Seperti dilaporkan Al Jazeera pada Kamis (22/10), inisiatif itu muncul secara spontan setelah pertempuran kembali meningkat pada awal September di wilayah pedesaan bagian barat Provinsi Taiz.

Awalnya, para relawan perempuan mengumpulkan makanan dan kebutuhan pokok untuk dikirimkan kepada tentara yang bertahan di garis depan. Namun, seiring meluasnya serangan dan munculnya kekhawatiran pasukan pemerintah kekurangan amunisi, gerakan tersebut berkembang menjadi penggalangan bantuan militer.

Amira al-Saghir, salah satu aktivis yang terlibat dalam kampanye itu, mengatakan kegiatan membuat kue bertujuan mempererat hubungan antara masyarakat pendukung pemerintah dan tentara yang mempertahankan kota.

Inisiatif tersebut mendapat dukungan luas melalui media sosial. Selain makanan dan pakaian, sumbangan masyarakat kini juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan persenjataan pasukan di garis depan.

Huriya Wabel, aktivis kemanusiaan yang terlibat dalam gerakan tersebut, mengatakan para perempuan merasa perlu mengambil tindakan setelah melihat ancaman terhadap kota mereka semakin besar.

“Setelah kami melihat bahwa milisi [Houthi] itu… sedang melancarkan perang pemusnahan terhadap kota kami, kami merasa bahwa kami harus mengambil sikap serius untuk mendukung tentara, tidak hanya dengan makanan dan pakaian, tetapi juga dengan senjata,” kata Wabel kepada Al Jazeera.

Ia mengatakan pengepungan membuat pasokan kebutuhan ke Taiz semakin sulit masuk. Menurutnya, sejumlah warga sipil juga ingin ikut mempertahankan kota, tetapi tidak memiliki senjata.

Karena itu, para relawan memutuskan memperluas kegiatan mereka untuk membantu memenuhi kebutuhan pasukan yang bertempur.

Sumbangkan Perhiasan hingga Cincin Pernikahan

Khadija al-Majidi, aktivis lokal lainnya, juga terlibat dalam pengumpulan donasi berupa makanan, perlengkapan militer, dan amunisi untuk pasukan pemerintah.

Ia menilai ancaman jatuhnya Taiz ke tangan Houthi membuat masyarakat merasa harus melakukan sesuatu demi melindungi keluarga dan tempat tinggal mereka.

“Ketika musuh mencapai gerbang kota Anda dan mengepungnya sepenuhnya sebagai persiapan untuk menyerbunya dengan paksa, dan semua orang di dalamnya – termasuk Anda, anak-anak Anda, dan anggota keluarga Anda – terancam dibunuh, ditangkap, atau diusir… lalu apa yang Anda harapkan dari kami?” ujar al-Majidi.

Ia mengatakan pernah mengunjungi garis depan di sekitar Jabal Sabir, gunung yang menghadap Taiz dari selatan, sebanyak dua kali dalam sehari. Dalam kunjungan tersebut, ia mengantarkan amunisi dan perlengkapan militer lainnya yang nilainya diperkirakan mencapai 3.000 dolar AS, disertai pakaian musim dingin, sepatu, makanan, dan kebutuhan lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.