5.800 Hektare Tambak di Sumatra Beroperasi Lagi, Ribuan Pelaku Usaha Kembali Bekerja
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Ribuan hektare tambak yang sempat mati total akibat bencana akhir 2025 di Sumatera kini kembali berproduksi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga 15 Oktober 2026, sekitar 5.800 hektare tambak dan kolam di 27 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah kembali beroperasi.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pemulihan tambak menjadi kunci untuk menghidupkan kembali ekonomi masyarakat pesisir.
"Pemulihan ini bukan hanya tentang memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kelautan dan perikanan dapat kembali berproduksi, bekerja, dan memulihkan perekonomiannya," ujar Menteri Trenggono dalam rapat koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi di Kantor Kemendagri, Jumat (23/10).
Rinciannya, seluas 5.707 hektare tambak pulih di delapan kabupaten/kota di Aceh, 73,67 hektare di Sumatera Utara, dan 33,29 hektare di Sumatera Barat. Tambak-tambak tersebut sebelumnya tertimbun lumpur dan material banjir.
Untuk mempercepat pembersihan, KKP menyalurkan 12 unit excavator. Sebanyak delapan unit dikirim ke Aceh, dua unit ke Sumatera Utara (Deli Serdang dan Tapanuli Tengah), serta dua unit ke Sumatera Barat (Agam dan Padang Pariaman).
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Aceh, 300 hektare tambak masyarakat di Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kota Langsa, dan 120 hektare tambak udang di Aceh Timur telah kembali beroperasi. Bahkan pembudidaya di Pidie Jaya sudah melakukan panen perdana udang vaname dari tambak yang dipulihkan.
Dampaknya, ribuan pelaku usaha kembali bekerja. Tercatat 5.706 petambak, 228 nelayan, 360 pengolah dan pemasar ikan, serta 506 petambak garam telah kembali beraktivitas.
"KKP berkomitmen menyelesaikan seluruh target kinerja hingga Desember 2026 dan melanjutkan program pemulihan sampai 2028 agar pemulihan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat bangkit lebih kuat," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!