Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Nyaman Minum Kopi? Cafetab Tawarkan Alternatif Kafein dalam Bentuk Tablet Kunyah

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 17:40 WIB | Oleh:
Tak Nyaman Minum Kopi? Cafetab Tawarkan Alternatif Kafein dalam Bentuk Tablet Kunyah Doc: Istimewa
Ket. Cafetab menawarkan alternatif konsumsi kafein dalam bentuk tablet kunyah yang tidak memerlukan proses penyeduhan. Produk ini diperkenalkan dengan teknologi mikrokapsul, yang digunakan dalam pengolahan bahan aktif di industri pangan dan farmasi.

JAKARTA - Kopi menjadi salah satu minuman yang kerap diandalkan untuk menemani aktivitas sehari-hari, mulai dari memulai pagi hingga menjaga konsentrasi saat bekerja. Kandungan kafein di dalamnya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika seseorang harus menjalani rutinitas yang padat.

Meski populer, kopi tidak selalu cocok bagi setiap orang karena sebagian konsumen mengalami ketidaknyamanan pada saluran pencernaan setelah meminumnya. Kondisi tersebut membuat mereka perlu membatasi konsumsi kopi meskipun masih membutuhkan asupan kafein untuk mendukung aktivitas harian.

Melihat kebutuhan itu, Cafetab menawarkan alternatif konsumsi kafein dalam bentuk tablet kunyah yang tidak memerlukan proses penyeduhan. Produk ini diperkenalkan dengan teknologi mikrokapsul, yang digunakan dalam pengolahan bahan aktif di industri pangan dan farmasi.

Apoteker Ridwan Maleakhi, S.Farm., Apt., menjelaskan bahwa Cafetab dirancang untuk memberikan pilihan konsumsi kafein yang lebih praktis bagi masyarakat. Produk tersebut mengandalkan bentuk tablet kunyah sehingga dapat dikonsumsi tanpa perlu menyiapkan kopi terlebih dahulu.

“Cafetab hadir menawarkan alternatif konsumsi kafein dalam bentuk tablet kunyah. Produk ini menggunakan teknologi mikrokapsul yang menjadi salah satu pendekatan dalam pengolahan bahan aktif di industri pangan dan farmasi,” ujar Ridwan.

Kopi mengandung berbagai senyawa selain kafein, termasuk asam organik yang berperan dalam membentuk cita rasa dan aroma minuman tersebut. Pada sebagian orang, konsumsi kopi dapat memicu ketidaknyamanan pada perut atau memperburuk gejala refluks asam, meskipun respons setiap individu tidak selalu sama.

Ada orang yang dapat meminum kopi tanpa mengalami keluhan berarti, sementara sebagian lainnya merasakan gangguan pencernaan meski mengonsumsinya dalam jumlah terbatas. Perbedaan respons ini menunjukkan bahwa toleransi terhadap kopi maupun kafein perlu diperhatikan sesuai kondisi masing-masing individu.

Penelitian yang dilakukan Liszt dan tim serta diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2017 membahas keterkaitan kafein dengan sekresi asam lambung melalui mekanisme reseptor rasa pahit. Temuan tersebut menjadi salah satu kajian ilmiah mengenai interaksi senyawa dalam kopi dengan mekanisme tubuh, meskipun dampaknya tidak dapat disamaratakan pada setiap orang.

Karena itu, mengganti kopi dengan produk berkafein lain tidak otomatis menghilangkan risiko keluhan pencernaan. Kafein tetap dapat memicu gejala pada individu tertentu, sehingga pemilihan produk perlu mempertimbangkan toleransi tubuh dan kondisi kesehatan.

Salah satu aspek yang diperkenalkan dalam Cafetab adalah penggunaan teknologi mikrokapsul atau mikroenkapsulasi. Secara umum, teknologi ini merupakan metode untuk melapisi bahan aktif menggunakan material tertentu sehingga terbentuk partikel berukuran kecil dengan karakteristik yang dapat dirancang sesuai kebutuhan.

Dalam industri pangan dan farmasi, mikroenkapsulasi dikembangkan untuk membantu melindungi bahan aktif dari pengaruh lingkungan serta mengatur karakteristik pelepasannya. Sejumlah penelitian juga telah mengeksplorasi penggunaan teknologi tersebut dalam pengolahan kafein.

Meski demikian, penerapan teknologi mikrokapsul tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa suatu produk aman bagi semua orang atau tidak menimbulkan gangguan lambung. Klaim mengenai manfaat terhadap saluran pencernaan perlu didukung bukti yang secara khusus menguji formulasi produk, dosis, serta efeknya pada manusia.

Dari segi penggunaan, tablet kunyah menawarkan kepraktisan dibandingkan kopi seduh yang memerlukan air dan waktu persiapan. Bentuk tersebut dapat menjadi pilihan bagi orang dengan mobilitas tinggi, termasuk mereka yang sering bepergian atau tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan minuman di sela-sela pekerjaan.

Cafetab menawarkan pendekatan berbeda bagi konsumen yang ingin mengonsumsi kafein tanpa harus menyeduh kopi. Namun, kepraktisan bentuk sediaan tetap perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai kandungan bahan aktif dan aturan penggunaan yang tercantum pada kemasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Telkom Bawa Program Numeras...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.