Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Strava Catat 33 Persen Aktivitas Lari Dilakukan Berkelompok

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 18:28 WIB | Oleh:
Strava Catat 33 Persen Aktivitas Lari Dilakukan Berkelompok Doc: Strava
Ket. Stanley Joewono, kreator Strava yang hidup dengan beta talasemia mayor dan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti half marathon pertamanya di JRF 2026 pada 24 Oktober. Strava mengungkap pola latihan pelari Indonesia menjelang ajang ini, mulai dari konsistensi berlatih hingga peran komunitas dalam mencapai target.

JAKARTA — Menjelang Jakarta Running Festival (JRF) 2026, data aktivitas pengguna Strava menunjukkan bahwa persiapan pelari tidak hanya berfokus pada konsistensi latihan, tetapi juga kebersamaan dan upaya memahami kemampuan tubuh sebelum hari perlombaan.

Berdasarkan data aktivitas pengguna di Indonesia, sebanyak 33 persen aktivitas lari selama persiapan menuju perlombaan dilakukan secara berkelompok. Selain itu, 92 persen peserta yang berhasil menyelesaikan JRF 2025 dan mencatat aktivitasnya di Strava tercatat sebagai anggota Strava Club.

Data tersebut menggambarkan peran komunitas dalam perjalanan para pelari menuju garis finis. Selain menjadi sarana untuk memantau latihan, komunitas juga menjadi ruang bagi pelari untuk berbagi pengalaman dan merayakan pencapaian bersama.

Dari sisi konsistensi, pelari rata-rata berlatih setidaknya tiga hari dalam sepekan selama masa persiapan perlombaan. Durasi latihan rata-rata mencapai 52 menit per sesi pada hari kerja dan meningkat menjadi satu jam 17 menit pada akhir pekan.

Di balik pola latihan tersebut, terdapat pengalaman personal setiap pelari dalam membangun kebugaran dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan perlombaan. Salah satunya adalah Stanley Joewono, kreator Strava yang hidup dengan beta talasemia mayor dan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti half marathon pertamanya di JRF 2026 pada 24 Oktober.

Stanley awalnya menjadikan lari sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Setelah menyelesaikan sejumlah perlombaan 5 kilometer dan 10 kilometer, ia kini bersiap menghadapi jarak yang lebih jauh.

“Awalnya, lari menjadi tantangan pribadi bagi saya untuk meningkatkan kebugaran, bukan fokus utama karena rutinitas saya lebih berfokus pada strength training and conditioning. Momen yang membuat saya jatuh cinta pada lari adalah ketika saya menyadari bahwa lari menjadi bentuk meditasi terbaik bagi saya, sekaligus cara untuk lebih memahami tubuh, batas kemampuan, bahkan diri saya sendiri,” ujar Stanley dalam keterangan tertulis pada Rabu (21/10/2026).

Dalam menjalani persiapan, Stanley memanfaatkan Strava sebagai jurnal latihan pribadi. Fitur Training Log membantunya mencatat aktivitas dan memantau perkembangan latihan, sedangkan Relative Effort digunakan untuk memahami tingkat upaya yang dikeluarkan selama berolahraga.

Pemantauan tersebut membantunya mengevaluasi respons tubuh terhadap aktivitas fisik dan mencari keseimbangan dalam rutinitas latihan. Bagi Stanley, proses berlari bukan sekadar mengejar jarak atau waktu, tetapi juga mengenali kemampuan dan batas tubuhnya.

Selain latihan individu, komunitas menjadi bagian lain dari persiapan menuju perlombaan. Melalui Strava Clubs, para pelari dapat terhubung dengan orang lain yang memiliki minat serupa, berbagi aktivitas, serta merayakan pencapaian bersama.

Pada JRF 2026, Stanley akan mengikuti half marathon bersama Daffa Wardhana, yang juga merupakan anggota Strava Club. Ia menilai kesempatan berbagi pengalaman dalam perlombaan pertamanya pada jarak tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan larinya.

“Saya sangat menantikan kesempatan untuk mengikuti half marathon pertama saya bersama Daffa. Lari memang perjalanan pribadi, tetapi berbagi momen penting ini dengan seseorang yang saya kenal pada race day membuat pengalaman ini terasa jauh lebih bermakna,” kata Stanley.

Strava, aplikasi pendukung gaya hidup aktif yang memiliki lebih dari 200 juta pengguna di 185 negara, membagikan data tersebut untuk memperlihatkan bagaimana pelari di Indonesia membangun rutinitas latihan dan menjalin koneksi menjelang hari perlombaan. Data aktivitas dan pengalaman Stanley menunjukkan bahwa persiapan menuju garis finis mencakup lebih dari sekadar latihan fisik, tetapi juga proses mengenali diri dan dukungan dari komunitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Telkom Bawa Program Numeras...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.