AI Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Kunci Lompatan Ekonomi
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim PenulisPemerintah menambah kapasitas hampir 60–70 GWh melalui RUPTL PLN 2025–2034 yang didampingi program energi surya puncak 100 GWh.
Prioritas kedua berfokus pada penyiapan 9 juta talenta digital pada 2030 melalui pendidikan, Beasiswa Talenta Digital, dan fasilitas super tax deduction hingga 200 persen.
Sektor semikonduktor juga didorong melalui kolaborasi industri dan perusahaan perancang cip untuk melatih 15.000 insinyur perancang cip dalam waktu 3 tahun.
Prioritas ketiga adalah mempercepat adopsi AI dengan dukungan 229 juta pengguna internet dan 22 juta UMKM digital di tanah air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penerapan AI diarahkan untuk mendongkrak rantai pasok manufaktur serta layanan publik seperti OSS, logistik, perpajakan, kesehatan, serta kawasan industri.
Prioritas keempat mencakup tata kelola dan kolaborasi global melalui posisi Indonesia sebagai pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization.
Catatannya, organisasi global tersebut berpotensi membuka investasi baru senilai 8–12 miliar dolar AS, yang diperkuat lewat Project NUSA antara Korika bersama Singapura.
"Saya berharap Project NUSA mendorong pertumbuhan berbasis AI dengan layanan yang lebih baik, lebih banyak lapangan kerja, dan pendapatan baru menuju Indonesia Emas 2045," tutur Menko Perekonomian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!